<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861</id><updated>2012-02-17T10:06:27.406+07:00</updated><category term='Bebek'/><category term='Perikanan'/><category term='Ayam'/><category term='Konsultasi Ikan'/><category term='Peternakan'/><category term='Kolam Budidaya Ikan'/><category term='Ikan Gurame'/><category term='Ikan Bawal'/><category term='Sapi'/><category term='Lele'/><category term='Nila'/><category term='Hobby dan Bisnis'/><category term='Pakan Ikan'/><title type='text'>Menggapai Dunia</title><subtitle type='html'>Blog ini melayani info dan pemesanan tentang produk-produk yang kami tawarkan, apa yang anda inginkan kami akan melayani anda dengan profesional</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>30</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-2107220729906187274</id><published>2010-08-14T13:47:00.000+07:00</published><updated>2010-08-14T13:47:00.380+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi Ikan'/><title type='text'>Lebih Mengenal Sifat Nila</title><content type='html'>Pertanyaan :&lt;br /&gt;Bapak / Ibu redaksi, saya ingin mencoba budidaya ikan Nila atau Mujair.  Katanya ikan ini sangat menguntungkan untuk dipelihara.  Saya juga mendengar bahwa ikan ini bisa dijantankan dan tumbuhnya lebih cepat.  Tetapi saya tidak mengerti maksudnya.  Mohon informasi lebih banyak tentang ikan ini. Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban :&lt;br /&gt;Ikan Nila berbeda jenis dengan ikan Mujair tetapi masih satu keluarga.  Ikan Nila merupakan salah satu jenis ikan dalam keluarga Tilapia yang paling banyak dibudidayakan di kawasan Asia.  Sebetulnya ada banyak sekali jenis ikan keluarga Tilapia, tetapi yang paling populer di Indonesia adalah ikan Nila (Tilapia nilotica).  Disamping itu juga banyak jenis hibrida hasil persilangan berbagai jenis Tilapia yang dibudidayakan di Asia.  Ikan Tilapia dikenal juga sebagai “water chicken” karena ikan ini dapat dibudidayakan di hampir semua perairan dunia dan mampu menjadi sumber protein yang murah bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Nila mempunyai beberapa sifat unggul yang membuat ikan ini menjadi ikan favorit budidaya, yaitu laju pertumbuhan yang tinggi, tahan terhadap perubahan kondisi lingkungan, mudah diberi pakan, mudah berkembang biak, tidak mempunyai duri halus sehingga dapat dibuat fillet ikan, dagingnya berwarna putih dan tidak terlalu amis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Nila dapat mencapai ukuran 300 gram dalam waktu 90 – 100 hari.  Di banyak negara ikan ini dipelihara hingga ukuran minimal 500 gram dalam waktu 4 – 5 bulan.  Dalam waktu 10 – 12 bulan ikan Nila bisa mencapai berat 1000 gram per ekor.  Di Indonesia ikan Nila dipelihara di karamba jaring apung di waduk atau danau, dan di kolam air deras.  Di waduk Cirata, ikan Nila banyak dipelihara di jaring rangkap dan dianggap sebagai penghasilan sampingan.  Kondisi kualitas air di jaring rangkap mudah berubah, terutama oksigen.  Pada pagi hari kadar oksigen di dalam air di jaring rangkap bisa kurang dari 2 ppm, tetapi ikan Nila dapat beradaptasi dengan kondisi ini dan tetap tumbuh dengan baik.  Ikan ini juga dipelihara di kaki gunung daerah Lubuk Linggau, danau Tondano di Sulawesi Utara, danau Batur di Bali, dan waduk-waduk di Jawa.  Ini menunjukkan kemampuan beradaptasi yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada sistem budidaya intensif ikan Nila diberi pelet dengan kadar protein min 30 % dengan bahan baku bermutu tinggi.  Pada sistem budidaya semi-intensif di kolam maupun jaring ikan Nila dapat diberi pakan dengan kualitas biasa, kadar protein mulai dari 18 % sampai 25 %, bahkan seringkali ikan Nila diberi makanan sisa-sisa dapur, mi instan atau makanan kadaluarsa lain.  Meskipun ikan tetap tumbuh, tetapi teknik ini jelas kurang tepat sebab ikan bisa terserang penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Nila juga mudah dikawinkan, sifat ini juga sekaligus menjadi salah satu kelemahannya.  Ikan Nila cepat mencapai usia matang reproduksi, kondisi ini akan memperlambat pertumbuhannya.  Terutama untuk ikan betina, laju pertumbuhan ikan betina lebih lambat dibandingkan yang jantan.  Apalagi setelah mencapai ukuran reproduksi, maka ikan Nila betina akan berhenti tumbuh dan mengubah makanannya menjadi telur untuk proses reproduksi.  Lebih lanjut lagi setelah telur ikan menetas, induk betina akan “mengerami” anak-anaknya di dalam mulut, sehingga induk betina bisa dikatakan  “tidak makan” dan berhenti tumbuh. &lt;br /&gt;Karena itu teknik sex reversal banyak diterapkan untuk ikan Nila.  Sex reversal adalah pengubahan jenis kelamin, dalam hal ini ikan nila ikan betina diubah menjadi jantan.  Tekniknya dapat dilakukan secara hormonal maupun genetis.  Secara hormonal dilakukan melalui pemberian hormon á methyl testoteron kepada ikan yang berukuran &lt; 3 cm.  Hormon diberikan melalui pakan atau ikan direndam dalam larutan hormon.&lt;br /&gt;Pengubahan sex secara genetik dilakukan melalui pengubahan kode-kode genetik induk sehingga anak yang dihasilkan bersifat jantan dan tidak mampu memproduksi telur, contohnya adalah ikan Nila Gesit.  Jika induk Nila Gesit dikawinkan dengan induk Nila lainnya maka akan dihasilkan keturunan yang sebagian besar jantan. Sex reversal dilakukan agar laju pertumbuhan nila tetap tinggi dan ikan tidak bereproduksi.  Jika ikan Nila dibiarkan berbiak dalam kolam maka pertumbuhan ikan menjadi tidak seragam dan kolam bisa menjadi terlalu padat.&lt;br /&gt;Demikian sekilas info tentang ikan Nila, mudah-mudahan bisa membantu untuk lebih memahami ikan ini.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;br /&gt;Rubrik ini diasuh oleh PT SURI TANI PEMUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-2107220729906187274?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/2107220729906187274/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/lebih-mengenal-sifat-nila.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2107220729906187274'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2107220729906187274'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/lebih-mengenal-sifat-nila.html' title='Lebih Mengenal Sifat Nila'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-323582461529197165</id><published>2010-08-13T13:49:00.000+07:00</published><updated>2010-08-13T13:49:00.366+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi Ikan'/><title type='text'>Memulai Usaha Budidaya Lele</title><content type='html'>Saya berniat membuka usaha budidaya lele. Untuk itu saya perlu informasi lengkap, terutama tentang bagaimana cara membuat ransum pakan, mohon dibantu. Terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wah, kami salut atas semangat anda untuk membuka 'ladang' baru di bidang perikanan.  Sampai dengan hari ini, lele merupakan salah satu jenis ikan yang merajai pasar lokal. Bayangkan berapa banyak pecel lele yang bertebaran di tenda-tenda kaki lima serta warung-warung di lingkungan kampus, yang merupakan sebagian dari ujung mata rantai budidaya lele.&lt;br /&gt;Benar sekali Pak Dinarsono, untuk memulai usaha, selayaknya kita melakukan analisa usahanya terlebih dahulu, apakah berprospek bagus atau tidak. Analisa usaha tsb meliputi biaya lahan, air/listrik, tenaga kerja, benih, pakan, bahan pembantu (pupuk dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk dan jenis kolam sangat menentukan bagaimana cara pengisian dan pembuangan air, sehingga berhubungan langsung dengan biaya pemakaian air. Biasanya kolam permanen yang berada diatas permukaan tanah yang dilengkapi dengan pembuangan atas dan pembuangan bawah sangat memudahkan dalam pengelolaan air. Sebaliknya kolam yang berada di bawah permukaan tanah agak menyulitkan dalam pengelolaan air (pembuangan air atas dan bawah).&lt;br /&gt;Persentase biaya bibit relatif kecil dalam budidaya tetapi sangat menentukan, sebab bibit yang kurang bagus bisa mengakibatkan pertumbuhan yang kurang bagus dan  rentan terhadap penyakit, yang ujung-ujungnya bisa mengakibatkan pemborosan biaya. Sebaiknya Bapak memastikan asal usul bibit yang akan ditebar. Induk yang 'sedarah' atau perkawinan dalam satu indukan biasanya menghasilkan benih yang sifat-sifat unggulnya sudah turun. Selain itu hasil sortiran ke-3 dan seterusnya  (ukuran dan umurnya tidak sesuai) juga menghasilkan lele yang lebih lambat pertumbuhannya.&lt;br /&gt;Dari biaya produksi secara keseluruhan, biaya terbesar adalah dari biaya pakan, sehingga pakan menjadi faktor yang sangat diperhatikan dalam budidaya. Umumnya petani sudah menggunakan pakan pabrikan, karena aplikasinya mudah, mudah disimpan, dan sudah mengandung zat-zat yang diperlukan oleh ikan secara lengkap. Sebaliknya pakan yang diproduksi secara manual memiliki beberapa kekurangan, antara lain vitamin dan mineral yang kurang lengkap, serta kematangan pakan yang kurang sehingga yang dicerna menjadi lebih kecil.&lt;br /&gt;Secara sederhana pembuatan ransum lele bisa digambarkan dengan pemenuhan energi dan nutrisi yang seimbang. Energi didapatkan dari kandungan protein, lemak dan karbohidrat dalam pakan, dengan rasio yang berbeda-beda, rasio energi tertinggi berasal dari lemak. Selain itu perlu dipertimbangkan pemenuhan nutrisi yang sesuai untuk ikan lele, mulai dari protein (keseimbangan asam amino), lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Adapun susunan ransum ikan seperti berikut :&lt;br /&gt;1.Sumber protein  : didapatkan dari hewani (misalnya tepung ikan) dan nabati (misalnya bungkil kedelai)&lt;br /&gt;2.Sumber lemak : didapatkan dari minyak ikan&lt;br /&gt;3.Sumber karbohidrat : didapatkan dari tepung gaplek, jagung, atau tepung industri&lt;br /&gt;4.Sumber vitamin dan mineral : premiks vitamin dan premiks mineral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan-bahan (kecuali sumber lemak dan vitamin/mineral) digiling halus, kemudian diaduk hingga rata. Pada saat pengadukan terakhir dimasukkan air panas, fish oil dan vitamin, baru kemudian dicetak dan dikeringkan.&lt;br /&gt;Jika benar-benar dihitung, pemakaian pakan pabrikan lebih menguntungkan dibandingkan pakan buatan sendiri, baik dari segi biaya, kualitas pakan maupun kepraktisannya. Biasanya untuk mengurangi biaya pakan, petani menyiasati pemberian pakan tambahan disamping pakan pabrikan sebagai pakan utama. Pakan tambahan ini bisa berupa sisa rumah tangga,  sisa peternakan dan  pakan tambahan lain yang memiliki harga yang murah. Akan tetapi perlu diperhatikan pengaruh pemberian pakan tambahan ini terhadap kualitas air, sehingga diatur sedemikian rupa sehingga pakan yang diberikan benar-benar termakan oleh ikan, tidak menumpuk di dasar kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian, semoga bermanfaat, dan selamat berbudidaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Rubrik ini diasuh oleh PT SURI TANI PEMUKA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-323582461529197165?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/323582461529197165/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/memulai-usaha-budidaya-lele.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/323582461529197165'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/323582461529197165'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/memulai-usaha-budidaya-lele.html' title='Memulai Usaha Budidaya Lele'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-7063563054623769632</id><published>2010-08-12T13:46:00.000+07:00</published><updated>2010-08-12T13:46:00.411+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi Ikan'/><title type='text'>Memilih Tepung Ikan untuk Pakan</title><content type='html'>Pertanyaan:&lt;br /&gt;Saya ingin bertanya tentang pakan ikan buatan yang diproduksi oleh industri pakan maupun dibuat sendiri oleh petani.  Mengapa warna pakan pabrikan kadang gelap/kehitaman tapi kadang pucat?  Mengapa juga kadang berbau “harum” kadang agak apek seperti dedak? Apakah ini karena perbedaan kandungan bahan baku? Bagaimana pengaruhnya pada ikan? Jika ingin membuat pakan sendiri apakah harus menggunakan tepung ikan, berapa banyak yang diperlukan? Bagaimana memilih tepung ikan yang baik ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Warna dan bau pada pakan buatan, baik yang dibuat oleh pabrik maupun oleh petani (home made) dipengaruhi oleh bahan baku yang terkandung dalam pakan dan proses pembuatannya.  Pakan yang mengandung banyak unsur nabati biasanya berwarna agak pucat dan baunya kurang “harum”.&lt;br /&gt;Ini karena sumber nabati yang digunakan untuk membuat pakan biasanya adalah jagung, kedelai, dedak, gandum/terigu dan biji-bijian.  Bahan-bahan tersebuti jika diolah berwarna pucat dan tidak menghasilkan bau amis.  Walau begitu, bahan dari nabati tidak akan menimbulkan bau apek jika bahan tersebut bermutu tinggi. Bau apek menunjukkan adanya penurunan mutu bahan akibat penyimpanan bahan maupun penyimpanan pakan tersebut sebelum digunakan di kolam ikan.&lt;br /&gt;Pakan buatan pabrik biasanya saat diproduksi mengeluarkan bau segar (tidak apek), jika disimpan dengan baik maka bau pakan tidak banyak berubah sampai umur 30 – 60 hari.  Setelah masa itu bau pakan mulai berubah, tetapi mutu pakan secara umum tidak terlalu berubah kecuali unsur-unsur tertentu seperti vitamin yang akan mengalami penurunan. Bau harum pada pakan juga bisa dihasilkan dari produk fermentasi. Bahan nabati yang difermentasi akan menghasilkan bau yang harum tetapi tidak amis.&lt;br /&gt;Kualitas pakan umumnya tidak ditentukan oleh bau harum/amis maupun warna dari pakan tersebut, tetapi ditentukan oleh resep pakan yang terdiri atas berbagai bahan baku penyusun pakan.  Resep tersebut dibuat sesuai standar mutu pakan yang ditetapkan pabrik. Karena itu pakan yang sama bisa saja mempunyai bau dan warna yang berbeda tetapi mutunya relatif tidak berubah.&lt;br /&gt;Pakan yang dibuat oleh pabrik melalui proses pemasakkan hingga suhu 90-100oC.  Proses pemasakkan ini akan mematangkan bahan baku sehingga warnanya bisa berubah dan menimbulkan bau khas.  Jika pemasakkan berlebihan maka pakan bisa berwarna kehitaman karena hangus. Sebaliknya jika pemasakkan kurang maka pakan berwarna agak pucat. Ketepatan dalam proses pemasakan berpengaruh pada mutu pakan karena pemasakkan bahan baku mempengaruhi nilai kecernaan bahan tersebut dalam usus ikan.  Faktor ini menjadi salah satu penyebab mutu pakan pabrik lebih baik dibanding pakan buatan sendiri.&lt;br /&gt;Selain bahan baku dari sumber nabati, pakan buatan juga mengandung bahan baku dari sumber hewani, baik hewan darat (produk samping pengolahan ayam dan sapi) maupun hewan air (tepung ikan).  Tepung ikan digunakan karena kandungan protein dan mutu proteinnya yang tinggi.  Mutu protein bergantung dari kesesuaian komposisi asam-asam amino penyusun protein yang dibutuhkan oleh ikan. Oleh karena itu dalam pakan buatan untuk ikan selalu dibutuhkan tepung ikan, jumlahnya bergantung dari jumlah total protein yang terkandung dalam pakan.  Biasanya berkisar antara 10 – 50 % dari total kandungan protein dalam pakan.  Jadi misalnya pakan yang mengandung protein 30 %, maka tepung ikannya antara 5 – 10 % dari total bahan baku.&lt;br /&gt;Tepung ikan yang biasa digunakan adalah yang berwarna coklat, ada yang coklat pucat sampai dengan coklat gelap.  Pakan yang coklat gelap seringkali dianggap mengandung banyak tepung ikan, padahal warna tersebut juga bisa berasal dari tepung hewan darat. Tepung ikan yang baik baunya harum, tidak amis dan tidak anyir.  Kandungan proteinnya diatas 55 %, kandungan lemaknya &lt; style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;Rubrik ini diasuh oleh PT SURI TANI PEMUKA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-7063563054623769632?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/7063563054623769632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/memilih-tepung-ikan-untuk-pakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/7063563054623769632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/7063563054623769632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/memilih-tepung-ikan-untuk-pakan.html' title='Memilih Tepung Ikan untuk Pakan'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-7016806202766765846</id><published>2010-08-11T13:28:00.004+07:00</published><updated>2010-08-11T13:37:58.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Konsultasi Ikan'/><title type='text'>Basmi Penyakit Bintik Putih Lele</title><content type='html'>Saya sudah lama bergelut di bidang perbenihan ikan lele. Akhir-akhir ini saya mengalami masalah kematian benih lele yang sangat tinggi secara cepat. Ciri-ciri penyakitnya adalah benih lele banyak muncul ke permukaan. Sebagian ada yang berenang berputar-putar dan menabrakkan tubuhnya ke dinding kolam.  Terlihat ada bintik-bintik putih di sebagian kulit tubuhnya. Saya perhatikan biasanya terserang penyakit saat suhu dingin.  Mohon saran untuk mengatasi masalah ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawab:&lt;br /&gt;Pertama-tama yang harus bapak lakukan adalah melakukan identifikasi secara tepat terhadap penyakit yang menyerang benih lele tersebut. Bapak dapat meminta bantuan petugas penyuluh perikanan untuk membawa contoh ikan sakit ke laboratorium kesehatan ikan. Laboratorium ini biasanya ada di balai penelitian Kementrian Kelautan dan Perikanan atau di Perguruan Tinggi yang mempunyai jurusan perikanan budidaya.&lt;br /&gt;Berdasarkan informasi yang Bapak berikan saya menduga bahwa ikan bapak terserang penyakit bintik putih (white spot disease). Biasanya disebabkan oleh protozoa Ichythyophthirius. Protozoa Ich mampu berkembangbiak dengan sangat cepat melalui pembentukan kista (cyst).  Ich dewasa akan menghasilkan kista yang ditanamkan pada permukaan atau di bawah lapisan kulit ikan.&lt;br /&gt;Di dalam kista ini tumbuh ratusan tomite atau makhluk bercillia (berambut) kecil-kecil. Pada saatnya kista akan pecah dan menebarkan tomite ke segala penjuru dan menyerang ikan yang ada di sekitarnya. Tomite ini akan masuk ke dalam lapisan kulit ikan (di bawah lapisan kulit ikan).  Tomite akan tumbuh menjadi Ich dewasa dan melengkapi siklus hidupnya. Ich dewasa ini yang tampak sebagai bintik putih atau white spot.&lt;br /&gt;Serangan Ich pada kulit akan menyebabkan kulit terasa gatal sehingga ikan cenderung menggesekkan tubuhnya pada permukaan benda kasar seperti batu atau dinding kolam. Jika Ich menyerang insang maka fungsi pernapasan ikan akan terganggu.  Ikan akan muncul dan berenang lemah di permukaan air karena kekurangan oksigen dalam darah.&lt;br /&gt;Kematian terjadi terutama jika protozoa ini sudah menyerang insang ikan secara intensif. Ikan akan kehilangan kemampuannya menyerap oksigen karena lamela insang dipenuhi Ich sehingga rusak. Benih ikan cenderung lebih rentan terhadap serangan penyakit ini karena kemampuannya untuk melawan yang masih lemah. Oleh karena itu kematian terbanyak dan tercepat umumnya terjadi di pusat pembenihan dan pendederan ikan.&lt;br /&gt;Penanganan penyakit Ich tidak mudah karena siklus hidupnya yang mengalami beberapa fase yang berbeda. Pembasmian paling tepat dan mudah adalah pada stadia tomite atau Ich muda.  Pembasmian dapat dilakukan dengan pemberian formalin hingga konsentrasi 25 ppm selama 5 hari, sesuai dengan perkiraan timbulnya tomite.  Untuk membuat 25 ppm formalin maka 25 gr formalin dicampur dengan 1.000 L air.  Protozoa Ich tidak dapat dibasmi pada saat stadia kista, karena tahan terhadap pengaruh bahan-bahan kimia.&lt;br /&gt;Penyakit Ich menyebar dengan cepat, oleh karena itu kami sarankan agar melakukan disinfeksi pada seluruh kolam/bak pembenihan.  Hal ini untuk mencegah adanya kista Ich yang tertinggal dalam kolam.  Disinfeksi yang paling mudah adalah dengan melakukan pengeringan total terhadap kolam atau bak pembenihan.&lt;br /&gt;Setelah itu dasar dan dinding kolam ditaburi kapur tohor (hati-hati waktu memberikan karena terasa panas di kulit tangan). Sebaiknya kegiatan produksi benih dihentikan untuk sementara waktu.  Jika bapak mempunyai induk maka induk tersebut harus diberi perlakuan dengan formalin.  Hal ini adalah untuk memotong siklus hidup protozoa Ich. Demikian saran kami, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rubrik ini diasuh oleh PT Suri Tani Pemuka&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-7016806202766765846?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/7016806202766765846/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/basmi-penyakit-bintik-putih-lele.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/7016806202766765846'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/7016806202766765846'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/basmi-penyakit-bintik-putih-lele.html' title='Basmi Penyakit Bintik Putih Lele'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-852006394580579384</id><published>2010-08-11T13:17:00.002+07:00</published><updated>2010-08-11T13:20:59.488+07:00</updated><title type='text'>Olahan Lele: Garap Nilai Tambah Berbuah Rupiah</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TGJBHCEZJmI/AAAAAAAAAFs/N4joJfwhmtA/s1600/aqua-utama1-menu-olahan-lel.gif"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 294px; height: 207px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TGJBHCEZJmI/AAAAAAAAAFs/N4joJfwhmtA/s400/aqua-utama1-menu-olahan-lel.gif" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5504033283670353506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menepis stigma lele yang buruk rupa, rendahan dan tidak berkelas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beragam kreasi olahan pangan berbahan baku lele dipastikan akan membuat ikan berkumis ini (catfish) menjadi komoditas usaha yang menjanjikan.  Segala kreativitas dan keberanian mencoba sesuatu yang berbeda terus digali. Upaya mempercantik tampilan lele, membuang kesan lele yang seram, hitam, berkumis dan sedikit mirip ular, menjadi tantangan tersendiri. Tujuannya, memberi daya tarik bagi konsumen.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Antara lain dilakukan Rangga Umara, di seputar Jakarta dan sekitarmya. Pria 31 tahun ini mengembangkan bisnis kuliner modern “Pecel Lele Lela”. Kedai makan yang menyajikan berbagai menu hidangan menarik berbahan dasar lele. Berbekal kreativitas memadupadankan santapan lele dengan gaya hidup, usaha yang dirintis sejak 2006 silam itu kini sudah berkembang lebih dari 20 cabang di Jabodetabek. Dan setiap bulannya bisa meraup omset Rp 1,2 miliar, dengan keuntungan 25 – 30 %.&lt;br /&gt;“Usaha lele ini justru menjadi tantangan tersendiri. Lihat saja, selama ini perkembangan bisnis pecel lele cuma gitu-gitu saja dan kebanyakan masih kelas kaki lima,” ungkap Rangga kepada TROBOS awal Mei lalu.&lt;br /&gt;Menurut pengamatan Rangga, lele bisa didongkrak gengsinya. Umumnya, konsumen yang tidak menyukai lele dikarenakan tampilannya yang hitam seperti ular sehingga menyeramkan. ”Saya yakin, produk olahan lele akan memiliki nilai tambah jika memiliki tampilan yang enak dilihat dan tidak menyeramkan. Saya mendorong konsumen untuk coba dulu makan lelenya, sehingga strategi awalnya adalah konsumen diberi tester agar kemudian mau beli,” jelasnya.&lt;br /&gt;Kini, di kedai “Pecel Lele Lela” dapat ditemui berbagai menu olahan berbahan dasar lele, seperti lele goreng tepung, lele saos padang, lele original dan lele fillet sebagai unggulan, dan lele tomyam serta lele teriyaki sebagai menu tambahan. Bahkan, Rangga mengaku, pihaknya tengah mempersiapkan produk olahan baru berupa steak lele dan burger lele. “Sudah terbukti, yang sebelumnya tidak doyan makan lele, sekarang sudah mulai menyukainya,” ujarnya dengan senyum mengembang.&lt;br /&gt;Setiap harinya, untuk memenuhi kebutuhan seluruh cabang yang ada, setidaknya sekitar 5 kuintal lele segar ukuran 6 ekor per kg harus disiapkan Rangga. Selama ini ia bekerjasama dengan “Biotrop”, Bogor dan beberapa pembudidaya di daerah Parung, Bogor sebagai pemasok.&lt;br /&gt;Cerita lain adalah usaha Marsini. Lele afkir ukuran besar yang biasa dikenal dengan “bantongan” dan tidak laku dijual justru menjadi berkah tersendiri bagi perempuan asal Boyolali, Jawa Tengah ini. Dia mengembangkan usaha pengolahan dengan menyulap lele afkir menjadi makan ringan berupa keripik dan abon lele. Usaha yang telah digeluti Marsini sejak 2007 ini tiap bulannya beromset sekitar Rp 10 juta. “Awal usaha ini untuk menyiasati lele hasil budidaya yang tak laku dijual sebagai konsumsi karena ukurannya terlalu besar. Kalaupun dijual ke kolam pemancingan tidak terserap semua,” jelas Marsini.&lt;br /&gt;Marsini mengatakan, dalam seminggu rata-rata ia menghabiskan 200 kg lele segar untuk diolah. Bahan tersebut terkonversi menjadi 140 kg keripik dan 60 kg abon. Bahan baku, ia memanfaatkan hasil usaha budidaya lelenya yang telah berjalan sejak 1998 dengan kapasitas 20 ribu ekor lele di 50 kolam. “Untuk lele yang berukuran sangat besar, bobot 1 kg seekor misalnya, diolah menjadi abon. Sedangkan untuk olahan keripik kulit, keripik sirip dan keripik daging, bahan bakunya adalah lele ukuran sekilo isi 3 sampai 5,” jelasnya.&lt;br /&gt;Dari lele yang bernilai rendah, olahan hasil kerajinan tangan Marsini tersebut bisa dihargai dengan nilai cukup tinggi. Dalam bentuk kiloan tanpa kemasan, keripik dijual dengan harga Rp 65 ribu per kg. Selain itu, keripik juga dijual dalam berbagai ukuran kemasan plastik. Antara lain kemasan keripik kulit ukuran 120 gram dihargai Rp 15 ribu, sementara ukuran 250 gram diharga Rp 27 ribu. Untuk keripik sirip dan keripik daging dijual dalam ukuran 200 gram dengan harga Rp 18 ribu.&lt;br /&gt;Selain itu, ada pula yang dikemas dalam tas kertas, yaitu campuran antara keripik daging dan sedikit keripik kulit ukuran 120 gram dengan harga Rp 15 ribu. “Yang dikemas dengan tas kertas ini paling banyak laku, praktis dijadikan oleh-oleh,” kata Marsini.&lt;br /&gt;Sementara abon dijual dalam 2 ukuran yaitu kemasan plastik ukuran 90 gram seharga Rp 13 ribu dan kemasan kotak kertas ukuran 200 gram seharga Rp 25 ribu. Pemasaran keripik dan abon lele tersebut meliputi kota-kota sepert Boyolali, Solo, Jogjakarta, Magelang, Salatiga, Ampel sampai Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mangut Lele Kaleng&lt;br /&gt;Tidak kalah dengan keripik dan abon lele, Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia (BPPTK) - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Gunungkidul mengembangkan produk mangut lele kaleng. Olahan makanan khas Jawa yang dipadu teknologi pengemasan ini merupakan hasil riset selama 3 tahun. Dan dengan menyandang merek Gading, sajian instan ini telah mendapatkan pengesahan sebagai merek dagang dari Depkumham dan lolos uji di BPOM.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-852006394580579384?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/852006394580579384/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/olahan-lele-garap-nilai-tambah-berbuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/852006394580579384'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/852006394580579384'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/olahan-lele-garap-nilai-tambah-berbuah.html' title='Olahan Lele: Garap Nilai Tambah Berbuah Rupiah'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TGJBHCEZJmI/AAAAAAAAAFs/N4joJfwhmtA/s72-c/aqua-utama1-menu-olahan-lel.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-5788935400430677532</id><published>2010-08-09T19:22:00.001+07:00</published><updated>2010-08-09T19:22:00.484+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobby dan Bisnis'/><title type='text'>Nikmatnya Memancing di Laut Perairan Dasar</title><content type='html'>Memancing di laut dengan komposisi  perairan dasar berarti seorang pemancing mencari ikan di dasar dari perairan laut. Dengan system ini  pemancing harus mengetahui secara pasti daerah mana yang termasuk daerah berkarang, dimana daerah berkarang sangat disukai sebagai tempat berlindungnya ikan. Dimana ikan seperti kerapu dan kakap biasanya bersembunyi dan berkembang biak di lokasi karang – karang.&lt;br /&gt;Kalau anda menemukan lokasi yang berlumpur tentu saja anda harus segera berpindah karena lokasi ini biasanya tidak banyak ikannya. Untuk mempermudahnya anda bisa menggunakan jasa nelayan atau para pemancing kawakan yang sering memancing di tempat tersebut untuk mendapatkan informasi lokasi strategis, atau anda bisa mencari lokasi – lokasi rumpon atau terumbu karang buatan yang memang disengaja digunakan sebagai tempat untuk menarik ikan. Dan biasanya para nelayan lokal membuatnya sebagai lokasi mencari ikan yang strtegis dengan menandainya dengan pelampung.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Cara memancing di perairan dasar seperti ini membutuhkan persediaan senar yang cukup panjang paling tidak cukup panjang sampai ke dasar lautan. Senar utama juga harus cukup kuat untuk menahan kekuatan tarikan dan juga arus laut dasar yang cukup deras. Pemberat anda pasangkan di paling dasar dari senar berikutnya adalah cabang – cabang senar utama dengan jarak kurang kebih 50 cm dan anda bisa memberinya sampai 10 umpan sekaligus. 1 umpan 1 cabang senar.&lt;br /&gt;Karena dalam kedalaman laut cahaya yang didapatkan ikan lebih sedikit biasanya ikan menggunakan indera penciumannya sebagai andalan, sehingga sebaiknya anda menggunakan pakan alami seperti udang, cumi – cumi, atau potongan daging ikan belanak yang segar sehingga mengundang selera ikan kakap dan kerapu. Penggunaan pakan alami dalam bentuk segar memang sangat perlu untuk bisa mendapatkan hasil pancingan yang memuaskan. Maka sebaiknya anda menggunakan ice box dengan supply es yang cukup banyak.&lt;br /&gt;Cara memancing adalah senar yang sudah diberi pemberat diturunkan perlahan – lahan sampai dasar perairan dan jika anda merasakan bahwa senar anda tak lagi berat berarti anda sudah sampai dasarnya. Kemudian senar anda goyangkan naik dan turun secara teratur sehingga menarik penciuman ikan yang akan memangsa. Jika anda merasakan ada tarikan atau kedutan dan senar terada berat maka anda sudah berhasil mendapatkan ikan…hore..anda tarik perlahan ikan hasil tangkapan anda. Biasanya ikan yang didapatkan dari perairan dalam akan mudah mati karena perbedaan tekanan di bawah air. Maka dari itu ice box adalah peralatan wajib yang harus anda bawa untuk memancing di laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-5788935400430677532?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/5788935400430677532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/nikmatnya-memancing-di-laut-perairan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/5788935400430677532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/5788935400430677532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/nikmatnya-memancing-di-laut-perairan.html' title='Nikmatnya Memancing di Laut Perairan Dasar'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-2732163797470520845</id><published>2010-08-08T09:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-08T09:00:00.365+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobby dan Bisnis'/><title type='text'>Apakah Mancing Dapat Menjadi Obat Stress?</title><content type='html'>Jawabannya ialah iya. Stress adalah salah satu penyakit yang menyerang pikiran, syaraf – syaraf tubuh menjadi tegang dan penat karena beban pikiran yang jenuh dan berakhir pada kelelahan pikiran..betul?  banyak orang stress meluangkan waktunya dengan berbagai macam hobby  yang menyenangkan, jalan – jalan, rekreasi, olahraga , shopping dan lain lain yang intinya mengobati kelelahan pikiran dengan kegembiraan yang sesuai dengan keinginannya  Hobby mancing adalah salah satunya.. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Nah mancing sendiri  adalah salah satu hobby yang mengasikkan , mancing melatih pikiran untuk focus, hobby ini bisa mengajarkan orang untuk bersabar dan bersabar. Meski kalau sepintas dilihat cuma diam dan menunggu ( banyak orang bilang ini adalah pekerjaan yang membuang waktu ) tapi..untuk bisa mendapatkan ikan juga dibutuhkan konsentrasi lho…sedikit anda hilang konsentrasi pada pelampung yang bergerak, kemungkinan pakan yang ada di mata kail hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesabaran pemancing pun kadang juga bisa dilihat saat ia menarik joran yang  sudah di tarik ikan. Teknik yang bagus akan memberikan hasil ikan dapat diangkat..kalau anda terburu- buru menarik senarnya mungkin saja ikannya malah lolos apalagi kalau ikannya yang besar. Ternyata orang memancing masih butuh pengetahuan juga ya..? lha iya dong…butuh kejelian juga lho&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemancing bilang bahwa kadang – kadang setelah mereka memancing seharian, mereka pulang ke rumah tanpa hasil apa – apa. Ikan kecil pun tidak..tetapi masih bisa tersenyum..padahal kalau diitung -itung biaya untuk beli pakan, pancing, biaya perjalanan kalau dibelikan ikan di pasar udah bisa buat makan sekeluarga..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namanya juga hobby…kata orang bijak, hobby itu tak kenal harga…yang namanya kesenangan itu tak bisa dinilai dengan uang…asal stress ilang, perasaan plong tubuh bugar… selesai tak habis pikir mau habis berapa duit…bukan begitu teman?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-2732163797470520845?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/2732163797470520845/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/apakah-mancing-dapat-menjadi-obat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2732163797470520845'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2732163797470520845'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/apakah-mancing-dapat-menjadi-obat.html' title='Apakah Mancing Dapat Menjadi Obat Stress?'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-4074971405052257620</id><published>2010-08-08T08:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-08T08:00:00.837+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobby dan Bisnis'/><title type='text'>Jika seorang pemancing, anda akan tahu nikmatnya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFgLB-Lc1HI/AAAAAAAAAE0/O-x2Guh3J_Q/s1600/Pemancing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFgLB-Lc1HI/AAAAAAAAAE0/O-x2Guh3J_Q/s400/Pemancing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501159073331860594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mancing sekarang bukanlah pekerjaan bagi sebagian orang. Pemancing  jaman sekarang selain untuk mencari hiburan, bisa untuk tempat melatih kesabaran buat sebagian orang. Hoby mancing yang relatif murah bahkan membuat banyak orang tertarik untuk menikmatinya. Di waktu – waktu liburan seperti hari minggu banyak kita lihat para pemancing dadakan yang mencoba peruntungannya dalam mencari ikan..&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Memancing, jaman dahulu sebenarnya adalah sebuah pekerjaan yang dilakoni seseorang untuk mencari penghidupan, ikan yang mereka dapat digunakan untuk keperluan sehari- hari abahkan jika ada sisa mereka menjualnya sebagai tambahan untuk biaya hidup. Seoarang pemancing pada saat itu bukan melakukannya atas dasar hobby namun karena kebutuhan. Mereka melakukannya setelah melaksanakan kegiatan di sawah atau di kebun. Bahkan aktivitas memancing bagi nelayan di laut adalh murni debagai mata pencarian hidup. Selain menjala ikan di tengah laut.&lt;br /&gt;mancing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pelak kehidupan modern menyebabkan tingkat stress yang tinggi memberikan kebutuhan baru yakni rekreasi.kebutuhan rekreasi dapat dilakukan dengan berbagai cara; bepergian, melakukan travelling atau melakukan hobbynya , yang salah satunya memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berpendapat  dengan memancing seseorang menemukan keasyikan tersendiri. Sambil menunggu umpan dimakan ikan, para pemancing biasanya berkonsentrasi dan bersenda gurau dengan sesamanya. Dan pengalaman paling mahal adalah jika umpan yang di tebarkan disambar ikan, bagaimana dengan teknik yang baik ikan tersebut harus dapat diangkat dari air. Nah.. inailah kepuasannya seorang pemancing. Anda juga seorang pemancing?….silahkan kirim komentar anda di situs kami…&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-4074971405052257620?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/4074971405052257620/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/jika-seorang-pemancing-anda-akan-tahu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/4074971405052257620'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/4074971405052257620'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/jika-seorang-pemancing-anda-akan-tahu.html' title='Jika seorang pemancing, anda akan tahu nikmatnya'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFgLB-Lc1HI/AAAAAAAAAE0/O-x2Guh3J_Q/s72-c/Pemancing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-4787560306275194731</id><published>2010-08-07T09:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-07T09:00:01.529+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobby dan Bisnis'/><title type='text'>Casting fishing adalah cara memancing yang paling umum di pakai di pinggir perairan.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFf_wJYWr5I/AAAAAAAAAEs/GLlLWfdzB6k/s1600/Hobby+Memancing.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 150px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFf_wJYWr5I/AAAAAAAAAEs/GLlLWfdzB6k/s400/Hobby+Memancing.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501146672473223058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Teknik memancing casting fishing adalah teknik memancing  dengan melempar kail ke tengah perairan dengan kekuatan yang maksimal untuk mencapai jarak terjauh dari pinggir perairan. Dengan kekuatan lemparan yang dimiliki oleh pemancing, ditambah dengan panjangnya joran yang digunakan seorang pemancing dapat menjangkau lebih dari 200 m dari garis pantai/ perairan. Kekuatan teknik pancing casting fishing terletak pada ketrampilan seorang pemancing yang dengan pengalamannya menggunakan gaya lentur dari joran, ditambah dengan berat dari timbal dan mata kail yang mampu melemparkan mata kail jauh ke tengah perairan untuk menjangkau lokasi strategis ikan pancingan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Teknik casting fishing berkembang pesat di daerah yang memiliki pantai sebagai lokasi pemancingan, dengan teknik yang benar, melempar umpan ke tengah laut dapat dilakukan sebagai cara untuk menangkap ikan yang berada di pinggir pantai. Untuk mendapatkan ikan karang yang cukup besar, seorang pemancing diharapkan mencari perairan yang cukup dalam , dimana tempat tersebut biasannya ikan karang seperti kerapu, ikan kakap atu ikan roti mau berenang. Mengingat ikan ini biasanya hanya bisa ditangkap di perairan yang cukup dalam, kekuatan si pemancing sendiri untuk melempar mata kailnya sejauh mungkin akan menjangkau ikan tersebut di perairan dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik casting fishing juga dapat dilakukan di perairan tawar, dimana para disungai – sungai besar, para pemancing ingin bisa meraih ikan dengan jarak yang cukup jauh, dan dibutuhkan teknik memancing ini agar bisa mendapatkan ikan di perairan dalam, ikan patin di sungai besar, ikan tawes atau bader merah di perairan deras di sungai – sungai di Indonesia menggunakan cara memancing casting sebagai cara terbaik menangkap ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sering kita melihat orang memancing baik di perairan  tawar maupun laut memancing dengan menggunakan teknik casting fishing ini sambil masuk kedalam air. Dengan cara masuk kedalam air, jangkauan mata kail akan semakin luas dan kemungkinan mendapatkan tempat terbaik lokasi ikan akan semakin besar.Dalam teknik memancing casting fishing cara ini sebaiknya anda juga memperhatikan beberapa alat keselamatan dan kenyamanan untuk memancing sehingga anda lebih leluasa saat memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Gunakan sepatu boat untuk menjaga kaki anda dari batu – batuan atau kerikil dan batu tajam yang berada didalam air, sebaiknya anda memakai Waders boat atau baju anti air yang tingginya sampai ke dada, sebagai alat untuk menjaga kaki anda dan badan anda yang berendam di dalam air dari serangga penyengat atau dari ikan berbahaya seperti piranha ( di Indonesia hampir tidak anda ) atau menjaga tubuh anda supaya tetap hangat saat memancing.&lt;br /&gt;   2. Bawalah peralatan pancing secukupnya bersama anda di saku, peralatan pancing yang dimaksud adalah mata kail, senar, tempat ikan, umpan dan aneka peralatan kecil lain yang dibutuhkan misalnya dalam keadaan mendesak, kail anda tersangkut dan ingin menggantinya dengan yang baru, anda tidak perlu repot lagi untuk kembali ke darat sekedar untuk membetulkan mata pancing, atau mengganti umpan.&lt;br /&gt;   3. Gunakan alat  pancing yang sesuai dengan kebutuhan anda, teknik casting fishing amat umum dijalankan oleh pemancing kawakan dengan menggunakan joran yang lentur serta reel atau gulungan otomatis yang dapat menarik umpan anda secara cepat. Semakin lentur sebuah joran dan ditambah pemberat yang pas akan mendapatkan jarak lemparan yang jauh, saya sendiri menggunakan cara mancing casting fishing hanya untuk lokasi perairan yang luas saja, karena kalau di kolam, atau di sungai biasanya saya menggunakan joran tipe antena sebagai senjata menangkap ikan. Dengan ukuran 3,6 m sudah menjangkau jarak yang cukup jauh kok. Karena lokasi pemancingan sungai di jawa tidak terlalu lebar, dan jika di danau ikan perairannya biasanya gampang di pancing di pinggir perairan. Selamat memancing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-4787560306275194731?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/4787560306275194731/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/casting-fishing-adalah-cara-memancing.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/4787560306275194731'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/4787560306275194731'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/casting-fishing-adalah-cara-memancing.html' title='Casting fishing adalah cara memancing yang paling umum di pakai di pinggir perairan.'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFf_wJYWr5I/AAAAAAAAAEs/GLlLWfdzB6k/s72-c/Hobby+Memancing.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-2624237354635771582</id><published>2010-08-06T05:00:00.000+07:00</published><updated>2010-08-06T05:00:00.745+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Bawal'/><title type='text'>Mengenal Budidaya Ikan Bawal</title><content type='html'>Oleh: AsianBrain.com Content Team&lt;br /&gt;Ikan bawal air tawar atau colossoma macropomum adalah salah satu ikan unggulan budi daya perikanan air tawar. Secara umum, Bawal terbagi menjadi dua jenis yaitu bawal putih dan hitam. Bawal putih dikatakan lebih tinggi permintaannya berbanding yang bawal hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha budidaya ikan bawal dimaksudkan untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan ini dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain : Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Berikut panduan budidaya ikan bawal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Persiapan Kolam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan kolam ikan bawal ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering, dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg/100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 - 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru bibit ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pemilihan dan penebaran benih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan benih yang baik, ikan bawal akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar dalam kolam ikan secara perlahan-lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Kualitas Pakan Dan Cara Pemberian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Pemungutan Hasil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m2. Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.&lt;br /&gt;Tentang Penulis: AsianBrain.com Content Team. Asian Brain adalah pusat pendidikan Internet Marketing PERTAMA &amp; TERBAIK di Indonesia. Didirikan oleh Anne Ahira yang kini menjadi ICON Internet Marketing Indonesia. Kunjungi situsnya: www.AsianBrain.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-2624237354635771582?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/2624237354635771582/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/mengenal-budidaya-ikan-bawal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2624237354635771582'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2624237354635771582'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/mengenal-budidaya-ikan-bawal.html' title='Mengenal Budidaya Ikan Bawal'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-8703100911003249140</id><published>2010-08-03T15:17:00.005+07:00</published><updated>2010-08-03T18:52:05.770+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hobby dan Bisnis'/><title type='text'>Memancing di Kolam</title><content type='html'>Memancing di kolam sekarang menjadi trends bagi kalangan sebagian pemancing dadakan, kenapa dadakan? Karena hanya hari – hari tertentu saja kolam ini ramai…biasanya pada saat hari libur. Pada setiap minggu atau hari libur lain banyak kolam pancing penuh dengan adanya para pemancing  yang ingin menyalurkan hobinya memancing, namun dengan tidak harus bersusah payah dan kepanasan, he3..dengan memancing di kolam pancing bukan galatama maksudnya, setiap orang akan dapat dengan mudah memancing ikan tanpa trik dan keahlian khusus, karena biasanya para pemilik kolam akan menyediakan ikannya dalam keadaan lapar sehingga mudah untuk dipancing, sekalian ia berjualan ikan  gitu…&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Di tempat kami di Malang ada kolam pancing seperti itu, Kolam Pancing Tegaron namanya. Lokasinya ada di daerah kepanjen – Malang. Kolam ini merupakan kolam pancing yang juga tempat makan juga, jadi setiap pengunjung dapat menikmati dua aktifitas sekaligus selain memancing di kolam pemancingan yang terdapat banyak macam ikan di dalamnya juga sekaligus menikmati ikan bakar atau ikan goreng yang disediakan oleh pemilik kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di kolam tegaron disediakan semacam balai – balai disepanjang  kolam untuk para pemancing untuk duduk – duduk disana sekaligus makan. Jadi sambil berburu ikan yang akan disantap para pemancing bisa menikmati minuman segar yang sudah disiapkan pemilik kolam…nyamm. Pemancing juga bisa memilih ikan apa saja yang akan di makan hari itu, terdapat beberapa kolam yang diisi satu jenis ikan saja sehingga memudahkan pelanggan. Ada kolam gurami, lele, bawal. Bahkan untuk anda yang tidak mau memancing untuk mendapatkan ikan, anda tinggal memberitahu ke pemilik kolam untuk menjaring ikannya dan beres…setelah dibersihkan sekalian, dibakar dan disantap ramai – ramai..mak Nyuss&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memancing di kolam seperti di kolam tegaron kepanjen memang bukan sebuah aktifitas memancing yang serius, bahkan adalah aktifitas memancing lebih ke main – main, bandingkan dengan memancing di danau atau waduk yang luas, panas dan butuh teknik khusus. aktifitas memancing di kola ini lebih santai dan relax bahkan anda tidak perlu kepanasan. Meski kola ini lebih disebut sebagai rumah makan sekaligus pemancingan umum namun tetap banyak orang datang untuk memancing disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika anda jeli, pembuatan kolam pancing yang bisa menghasilkan uang seperti ini  adalah sebuah peluang usaha yang patut di coba, siapa tahu kolam pemancingan anda bisa berkembang. Anda bisa berjualan ikan plus jualan pakan pancing plus dengan mendapatkan untung masih ditambah keuntungan dari penjualan ikan baker atau ongkos membakar ikan dan minumannya…mau?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-8703100911003249140?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/8703100911003249140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/memancing-di-kolam.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8703100911003249140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8703100911003249140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/memancing-di-kolam.html' title='Memancing di Kolam'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-8528631561196682256</id><published>2010-08-03T15:07:00.001+07:00</published><updated>2010-08-03T15:10:12.826+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Bawal'/><title type='text'>Ikan Bawal Putih</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFfOtAQe08I/AAAAAAAAAEk/ThhrdinEhMg/s1600/Bawal+Putih.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 260px; height: 168px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFfOtAQe08I/AAAAAAAAAEk/ThhrdinEhMg/s400/Bawal+Putih.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5501092742414914498" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ikan Bawal (bahasa Inggeris: Silver Pomfret), Pampus argenteus, sering kali menjadi pilihan utama sebagai hidangan istimewa di meja pengantin atau meja utama. Secara amnya ikan Bawal terbahagi kepada dua jenis iaitu bawal putih dan hitam. Ikan bawal putih dikatakan lebih tinggi permintaannya berbanding yang bawal hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bawal putih juga dikenali dengan panggilan bawal cermin, kilat, dueh putih atau dueh bujang. Ia juga dipanggil Silver Pomfret. Bawal cermin berbentuk seperti rombus dan sedikit cembung. Bawal cermin dewasa kelihatan lebih lebar dan cembung. Mata terletak di bahagian kepala yang kelihatan seakan bersambung terus dengan badan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Meskipun badan bawal cermin kelihatan lebar tetapi mulut dan matanya agak kecil dan berhimpun di sudut hujung bahagian kepala. Rahang atas dan bawah juga tidak boleh membuka dengan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin juga bawal cermin mendapat namanya dari pantulan cahaya dari badannya yang berkilat dan berwarna perak. Garisan deria di badannya bermula dari insang hingga mencecah zon ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manakala sirip pektoral lebih panjang berbanding sirip dorsal dan ekor melengkung bentuk V. Warna - Badan bawal cermin diliputi sisik halus berwarna putih beralun perak dan bahagian sirip memancarkan warna kelabu. Sesetengah bahagian badannya diliputi bintik hitam halus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Bawal banyak terdapat di Lautan Hindi selain Afrika, Malaysia dan Jepun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan Bawal hidup dan berenang secara berkumpulan. Biasanya pada musim tertentu bawal cermin boleh didapati dengan banyak. Ia juga dikatakan sering didapati beriringan dengan udang di dasar laut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergerakan spesies bawal dalam berkawan menjadikannya sebagai tangkapan yang sesuai dengan menggunakan pukat. Bagaimanapun ia boleh ditangkap menggunakan pancing dan rawai.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-8528631561196682256?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/8528631561196682256/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/ikan-bawal-putih.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8528631561196682256'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8528631561196682256'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/ikan-bawal-putih.html' title='Ikan Bawal Putih'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFfOtAQe08I/AAAAAAAAAEk/ThhrdinEhMg/s72-c/Bawal+Putih.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-2285347217174565797</id><published>2010-08-02T13:00:00.003+07:00</published><updated>2010-08-02T13:16:40.692+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lele'/><title type='text'>ANALISA USAHA LELE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFZg7gDEejI/AAAAAAAAAEI/vTMb8zq_aa0/s1600/Lele+5.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 103px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFZg7gDEejI/AAAAAAAAAEI/vTMb8zq_aa0/s400/Lele+5.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500690570210998834" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembesaran lele Sangkuriang di bak plastik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Investasi&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Sewa lahan 1 tahun @ Rp 1.000.000,-          = Rp 1.000.000,-&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Bak kayu lapis plastik 3 unit @ Rp 500.000,-  = Rp 1.500.000,-&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Drum plastik 5 buah @ Rp 150.000,-          = Rp   750.000,-&lt;br /&gt;                                            Rp 3.250.000,-&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2.Biaya Tetap&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Penyusutan lahan Rp 1.000.000,-/1 thn  = Rp 1.000.000,-&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Penyusutan bak kayu lapis plastik Rp 1.500.000,-/2 thn = Rp 750.000,-&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Penyusutan drum plastik Rp 750.000,-/5 thn  = Rp 150.000,-&lt;br /&gt;                                             Rp 1.900.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Biaya Variabel         &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Pakan 4800 kg @ Rp 3700                  = Rp 17.760.000,-&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.Benih ukuran 5-8 cm sebanyak 25.263 ekor @ Rp 80,- = Rp 2.021.052,63&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.Obat-obatan 6 unit @ Rp 50.000,-          = Rp    300.000,-&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Alat perikanan 2 paket @ Rp 100.000,-  = Rp    200.000,-&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.Tenaga kerja tetap 12 OB @ Rp 250.000,-  = Rp  3.000.000,-&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.Lain-lain 12 bin @ Rp 100.000,-               = Rp  1.200.000,-&lt;br /&gt;            &lt;br /&gt;                                                  Rp 24.281.052,63&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Total Biaya&lt;br /&gt;        &lt;br /&gt;   Biaya Tetap + Biaya Variabel         &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     = Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63         &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     = Rp 26.181.052,63         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5.Produksi lele konsumsi 4800 kg x Rp 6000/kg -Rp 28.800.000,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Pendapatan         &lt;br /&gt;   Produksi - (Biaya tetap + Biaya Variabel)         &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     = Rp 28.800.000,- – ( Rp 1.900.000,- + Rp 24.281.052,63)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     = Rp 2.418.947,37         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.Break Event Point (BEP)         &lt;br /&gt;   Volume produksi  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     = 4.396,84 kg&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;        Harga produksi  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     = Rp 5.496,05&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber :Buku Budidaya Lele Sangkuriang, Dit. Pembudidayaan, Ditjen Perikanan Budidaya&lt;br /&gt;*harga bisa berubah-ubah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-2285347217174565797?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/2285347217174565797/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/analisa-usaha-pembesaran-lele.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2285347217174565797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2285347217174565797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/08/analisa-usaha-pembesaran-lele.html' title='ANALISA USAHA LELE'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFZg7gDEejI/AAAAAAAAAEI/vTMb8zq_aa0/s72-c/Lele+5.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-8279696466730226262</id><published>2010-07-31T09:13:00.003+07:00</published><updated>2010-07-31T10:38:56.277+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bebek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peternakan'/><title type='text'>ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA ITIK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFOH6P0ANLI/AAAAAAAAAEA/Xpyfm-ANpx0/s1600/Uang.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 133px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFOH6P0ANLI/AAAAAAAAAEA/Xpyfm-ANpx0/s400/Uang.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499889004696319154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA ITIK&lt;br /&gt;1) Permodalan&lt;br /&gt;a.Modal kerja&lt;br /&gt;- Anak itik siap telur um 6 bl 36 paketx500 ek x Rp 6.000 &lt;br /&gt;- Biaya kelancaran usaha dan lain-lain 	&lt;br /&gt;Rp 108.000.000,-&lt;br /&gt;Rp 4.000.000,- &lt;br /&gt;b.Modal Investasi&lt;br /&gt;- Kebutuhan kandang 36 paket x Rp 500.000,- 	&lt;br /&gt;Rp 18.000.000,- &lt;br /&gt; 	&lt;br /&gt;Jumlah kebutuhan modal&lt;br /&gt;Prasyaratan kredit yang dikehendaki:&lt;br /&gt;- Bunga (menurun) 20% /tahun&lt;br /&gt;- Masa tanggung angsuran 1 tahun&lt;br /&gt;- Lama kredit 3 tahun 	Rp 130.000.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2) Biaya-biaya&lt;br /&gt;a.Biaya kelancaran usaha dan lain-lain 	Rp 4.000.000,-&lt;br /&gt;b.Biaya tetap&lt;br /&gt;- Biaya pengambalian kredit:&lt;br /&gt;- Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun I &lt;br /&gt;- Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun II &lt;br /&gt;- Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun III &lt;br /&gt;- Biaya penyusutan kandang:&lt;br /&gt;- biaya penyusutan kandang tahun I &lt;br /&gt;- biaya penyusutan kandang tahun II &lt;br /&gt;- biaya penyusutan kandang tahun III 	&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp 14.723.000,-&lt;br /&gt;Rp 86.125.000,-&lt;br /&gt;Rp 73.125.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rp 3.600.000,-&lt;br /&gt;Rp 3.600.000,-&lt;br /&gt;Rp 3.600.000,- &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Biaya tidak tetap&lt;br /&gt;a.Biaya pembayaran ransum:&lt;br /&gt;- biaya ransum tahun I&lt;br /&gt;- biaya ransum tahun II&lt;br /&gt;- biaya ransum tahun III	&lt;br /&gt;Rp 245.700.000,-&lt;br /&gt;Rp 453.600.000,-&lt;br /&gt;Rp 453.600.000,- &lt;br /&gt;b.Biaya pembayaran itik siap produksi:&lt;br /&gt;- pembayaran tahun I&lt;br /&gt;- pembayaran tahun II&lt;br /&gt;- pembayaran tahun III	&lt;br /&gt;Rp 108.000.000,-&lt;br /&gt;-&lt;br /&gt;- &lt;br /&gt;c.Biaya pembayaran obat-obatan:&lt;br /&gt;- biaya pembayaran obat-obatan tahun I&lt;br /&gt;- biaya pembayaran obat-obatan tahun II&lt;br /&gt;- biaya pembayaran obat-obatan tahun III&lt;br /&gt;(Biaya obat-obatan adalah 1% dari biaya ransum)	&lt;br /&gt;Rp 2.457.000,-&lt;br /&gt;Rp 4.536.000,-&lt;br /&gt;Rp 4.436.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) Pendapatan&lt;br /&gt;a.Penjualan telur tahun I 	Rp 384.749.920,-&lt;br /&gt;b.Penjualan telur tahun II 	Rp 615.600.000,-&lt;br /&gt;c.Penjualan telur tahun III 	Rp 615.600.000,-&lt;br /&gt;d.Penjualan itik culling 2 x 1.425 x Rp 2.000,- 	Rp 5.700.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.2.Gambaran Peluang Agribisnis&lt;br /&gt;Telur dan daging itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangat besar dan masih tidak seimbang dari persediaan yang ada. Hal ini dapat dilihat bahwa baru dua negara Thailand dan Malaysia yang menjadi negara pengekspor terbesar. Hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanji untuk dikembangkan secara intensif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11.DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;1.Bambang Suharno, Ir. dan Khairul Amri. Beternak itik secara intensif. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1998&lt;br /&gt;2.Redaksi Trubus. Beternak Itik CV. 2000-INA. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1999&lt;br /&gt;3.Prawoto; Peternak ternak itik. Desa Sitemu Kec. Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-8279696466730226262?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/8279696466730226262/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/analisis-ekonomi-budidaya-itik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8279696466730226262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8279696466730226262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/analisis-ekonomi-budidaya-itik.html' title='ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA ITIK'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFOH6P0ANLI/AAAAAAAAAEA/Xpyfm-ANpx0/s72-c/Uang.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-3996832901246774188</id><published>2010-07-30T18:27:00.002+07:00</published><updated>2010-07-30T18:54:51.160+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bebek'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peternakan'/><title type='text'>Budidaya Itik (Bebek)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFK5HIP1KmI/AAAAAAAAAD4/VmQ0-pPk4fc/s1600/bebek1.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 124px; height: 93px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFK5HIP1KmI/AAAAAAAAAD4/VmQ0-pPk4fc/s400/bebek1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499661627096902242" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;1. SEJARAH SINGKAT&lt;br /&gt; 	Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;2. SENTRA PETERNAKAN&lt;br /&gt; 	Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang&lt;br /&gt;mempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. J E N I S&lt;br /&gt; 	Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:&lt;br /&gt;1) Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;&lt;br /&gt;2) Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;&lt;br /&gt;3) Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. MANFAAT&lt;br /&gt;1) Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.&lt;br /&gt;2) Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.&lt;br /&gt;3) Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.&lt;br /&gt;4) Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.&lt;br /&gt;5) Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. PERSYARATAN LOKASI&lt;br /&gt; 	Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;br /&gt; 	Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu &lt;br /&gt;(1).Perkandangan; &lt;br /&gt;(2). Bibit Unggul; &lt;br /&gt;(3). Pakan Ternak; &lt;br /&gt;(4). Tata Laksana dan &lt;br /&gt;(5). Pemasaran Hasil Ternak. &lt;br /&gt;     6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;br /&gt;1.Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C. &lt;br /&gt;2.Kelembaban kandang berkisar antara 60-65% &lt;br /&gt;3.Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang &lt;br /&gt;4.Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:&lt;br /&gt;   a.kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD&lt;br /&gt;   b.kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok&lt;br /&gt;   c.kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).&lt;br /&gt;5.Kondisi kandang dan perlengkapannya&lt;br /&gt;Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6.2. Pembibitan&lt;br /&gt;Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.&lt;br /&gt;1)Pemilihan bibit dan calon induk&lt;br /&gt;Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;   a.membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya&lt;br /&gt;   b.memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas&lt;br /&gt;   c.membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2)Perawatan bibit dan calon induk&lt;br /&gt;   a.Perawatan Bibit&lt;br /&gt;Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.&lt;br /&gt;   b.Perawatan calon Induk&lt;br /&gt;Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3)Reproduksi dan Perkawinan&lt;br /&gt;Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;     6.3. Pemeliharaan&lt;br /&gt;1.Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;br /&gt;Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.&lt;br /&gt;2.Pengontrol Penyakit&lt;br /&gt;Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.&lt;br /&gt;3.Pemberian Pakan&lt;br /&gt;Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. &lt;br /&gt;Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:&lt;br /&gt;a.umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)&lt;br /&gt;b.umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai&lt;br /&gt;c.umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai. &lt;br /&gt;d.umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).&lt;br /&gt;4.Pakan	&lt;br /&gt;Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :&lt;br /&gt;   a.umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.&lt;br /&gt;   b.umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)&lt;br /&gt;   c.umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.	&lt;br /&gt;5.Pemeliharaan Kandang&lt;br /&gt;Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. HAMA DAN PENYAKIT&lt;br /&gt; 	Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:&lt;br /&gt;1)penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa&lt;br /&gt;2)penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah: &lt;br /&gt;1.Penyakit Duck Cholera&lt;br /&gt;Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.&lt;br /&gt;Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.&lt;br /&gt;Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.&lt;br /&gt;2.Penyakit Salmonellosis&lt;br /&gt;Penyebab: bakteri typhimurium.Gejala: pernafasan sesak, mencret.&lt;br /&gt;Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. P A N E N&lt;br /&gt;     8.1. Hasil Utama&lt;br /&gt;Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik&lt;br /&gt;     8.2.Hasil Tambahan&lt;br /&gt;Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. PASCA PANEN&lt;br /&gt; 	Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:&lt;br /&gt;   a)Pengawetan dengan air hangat&lt;br /&gt;Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari. &lt;br /&gt;   b)Pengawetan telur dengan daun jambu biji&lt;br /&gt;Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.&lt;br /&gt;   c)Pengawetan telur dengan minyak kelapa&lt;br /&gt;Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.&lt;br /&gt;   d)Pengawetan telur dengan natrium silikat&lt;br /&gt;Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.&lt;br /&gt;   e)Pengawetan telur dengan garam dapur&lt;br /&gt;Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25- 40% selama 3 minggu.&lt;br /&gt;Sumber :&lt;br /&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-3996832901246774188?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/3996832901246774188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/budidaya-itik-bebek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/3996832901246774188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/3996832901246774188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/budidaya-itik-bebek.html' title='Budidaya Itik (Bebek)'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFK5HIP1KmI/AAAAAAAAAD4/VmQ0-pPk4fc/s72-c/bebek1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-2145616449452570243</id><published>2010-07-30T18:20:00.002+07:00</published><updated>2010-07-30T18:27:28.740+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Gurame'/><title type='text'>Budidaya Gurame</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFK1z681u-I/AAAAAAAAADw/zS7QXUJP-5c/s1600/Gurame3.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 100px; height: 150px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFK1z681u-I/AAAAAAAAADw/zS7QXUJP-5c/s400/Gurame3.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499657998575188962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Selain lebih mahal, ikan Gurame memiliki banyak penggemar fanatik, sehingga cocok dikembangkan untuk menambang keuntungan.&lt;br /&gt;Ikan gurame adalah ikan air tawar yang banyak digemari konsumen. Dagingnya empuk, rasanya enak dan gurih. Dan, harganya pun lebih mahal kalau dibandingkan jenis ikan air tawar lainnya. Sebagai perbandingan, harga gurame segar di tingkat konsumen Rp25.000 - Rp 35.00 per kg, sementara ikan mas Rp12.000 - Rp14.000 per kg.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Selama ini masyarakat mengenal beberapa jenis gurame, antara lain: Angsa, Jepun, Blausafir, Paris, Bastar dan Porselen. Gurame Porselen lebih unggul dalam hal menghasilkan telur. Jika induk Bastar hanya mampu menghasilkan 2.000-3.000 butir telur, Porselen memproduksi 10.000 butir. Karena itu Gurame Porselen disebut top of the pop.&lt;br /&gt;Kolam yang baik untuk gurame berasal dari jenis tanah liat/lempung, tidak berporos dan cukup mengandung humus. Jenis tanah seperti ini dapat menahan massa air yang besar dan tidak bocor. Kemiringan tanah berkisar 3-5% untuk memudahkan pengairan kolam secara gravitasi.&lt;br /&gt;Ikan gurame dapat tumbuh normal di daerah pada ketinggian 50-400 m dpl. Kualitas air pemeliharaan harus bersih, dasar kolamnya tidak berlumpur dan tidak terlalu keruh. Kedalaman kolam 70-100 cm. Pengairan yang baik akan mempengaruhi pertumbuhan ikan.&lt;br /&gt;Pembesaran gurame dapat dilakukan secara polikultur dan monokultur. Polikultur adalah cara pemeliharan gurame secara bersama-sama dengan ikan jenis lain, seperti tawes, mas, nilam, atau mujair. Cara ini lebih menguntungkan, mengingat pertumbuhan gurame lambat.&lt;br /&gt;Sedangkan monokultur, pemeliharaan khusus untuk gurame. Bibit yang ditebar minimal berumur 2 bulan. Debit air kolam yang baik 3 liter/detik, sedangkan polikultur idealnya 6-12 liter/detik. Dengan keasaman air (pH) 6,5-8, dan suhu berkisar 24-28 derajat C.&lt;br /&gt;Kolam budidaya gurame terdiri dari kolam penyimpanan induk, pemijahan, pendederan, pembesaran, dan pemberokan. Kolam pembesaran berfungsi membesarkan benih. Adakalanya diperlukan juga beberapa kolam jaring berukuran 1,25-1,5 cm. Jumlah bibit yang ditebar sebaiknya tidak lebih dari 10 ekor/meter persegi.&lt;br /&gt;Kolam pemberokan adalah tempat pembersihan ikan sebelum dipasarkan. Kolam ini berukuran 10 x 10 m. Lebar pematang bagian atas 0,5 m, dan bagian bawah 1 m dengan ketinggian 1 m.&lt;br /&gt;Makanan pokok ikan gurame berupa pelet. Namun, di daerah yang sulit memperoleh pelet dapat menggunakan alternatif lain, berupa daun-daunan, seperti: pepaya, keladi, ketela pohon, genjer, kimpul, kangkung, ubi jalar, ketimun, labu dan dadap.&lt;br /&gt;Pemupukan sebaiknya dilakukan setiap kali pemeliharaan, dan pada saat kolam dikeringkan, dengan tujuan untuk meningkatkan makanan alami. Caranya, pertama-tama diberi pupuk kandang 7,5 kg untuk tiap 100 m2 kolam. Air disisakan sedikit demi sedikit sampai ketinggian 10 cm, dan dibiarkan selama 3 hari. Kemudian dilanjutkan pupuk buatan (kimia), seperti TSP atau Urea, 500 gram setiap 100 m2 kolam. Pupuk ditebarkan merata ke setiap dasar dan sudut kolam.&lt;br /&gt;Panen gurame tergantung permintaan konsumen. Umumnya, setelah gurame berumur 2-3 tahun. Umur 2 tahun, ukuran panjangnya mencapai 25 cm, dan berat 0,3 kg/ekor, umur 3 tahun panjangnya sekitar 35 cm dan beratnya 0,7 kg/ekor. Untuk ikan berumur 4 tahun panjangnya dapat mencapai 40 cm dan berat 1.5 kg/ekor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-2145616449452570243?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/2145616449452570243/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/budidaya-gurame.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2145616449452570243'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2145616449452570243'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/budidaya-gurame.html' title='Budidaya Gurame'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFK1z681u-I/AAAAAAAAADw/zS7QXUJP-5c/s72-c/Gurame3.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-4550647877548463199</id><published>2010-07-30T18:18:00.002+07:00</published><updated>2010-07-30T18:27:28.743+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ikan Bawal'/><title type='text'>Pembesaran Ikan Bawal Tawar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFK1az5eBdI/AAAAAAAAADo/awRqlC_Bu9s/s1600/bawal+2.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 97px; height: 78px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFK1az5eBdI/AAAAAAAAADo/awRqlC_Bu9s/s400/bawal+2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499657567185274322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ikan bawal air tawar saat ini banyak dipilih pembiak ikan air tawar sebagai produk unggulan. Hal ini karena selain bernilai ekonomis sebagai ikan hias, ikan bawal air tawar atau dengan nama latin (Colossoma macropomum Cuvier) juga menjadi hidangan yang sering dicari di meja makan. Bahkan permintaan yang besar dari produk ini tak hanya datang dari dalam negeri melainkan juga dari luar negeri. Hanya saja belum terdapat data yang pasti berapa total permintaan komoditas yang satu ini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin menggeluti bisnis budidaya ikan bawal air tawar ini pada dasarnya pembudidaya bisa memilih, apakah ingin budidaya benih, pembesaran, pemasaran, atau gabungan diantara pilihan tersebut. Pembesaran merupakan salah satu bagian budidaya ikan bawal air tawar yang sangat penting mempengaruhi nilai jual produk di pasaran. Secara teori khusus usaha pembesaran ikan bawal juga tergolong jenis ikan yang tidak ‘sulit’ untuk dibudidayakan. Tingkat kelangsungan hidup bawal air tawar cukup tinggi, sekitar 90%. Bahkan, ikan bawal ini mampu bertahan hidup dalam kolam yang tingkat kepadatannya tinggi. Makannya pun tidak rewel sebab hewan berjenis omnivora ini memiliki nafsu makan yang sangat besar.&lt;br /&gt;Memulai bisnis budidaya pembesaran ikan bawal bisa dimulai dari skala kecil hingga besar. Untuk memulai usaha ini setidaknya dibutuhkan kolam sebagaimana ikan air tawar lainnya. Harga benih ikan bawal sendiri tergantung pada ukuran dan juga tren harga pasar yang dipengaruhi permintaan. Biasanya harga benih bawal ukuran super (bungkus rokok djarum) sekitar Rp700 per ekor. Dasar kolam sebaiknya ditambahkan kapur tohor maupun dolomit untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Selain itu, bahan lain diperlukan adalah pupuk kandang (tidak mutlak, karena bawal tetap diberi makanan tambahan).&lt;br /&gt;Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2. Harga Ikan Bawal Air Tawar ini bervariasi tinggal melihat jenis ikannya, bawal putih atau bawal tambak. Harga per kilogram bisa mencapai Rp15 ribu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-4550647877548463199?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/4550647877548463199/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/pembesaran-ikan-bawal-tawar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/4550647877548463199'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/4550647877548463199'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/pembesaran-ikan-bawal-tawar.html' title='Pembesaran Ikan Bawal Tawar'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFK1az5eBdI/AAAAAAAAADo/awRqlC_Bu9s/s72-c/bawal+2.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-5683353923281564461</id><published>2010-07-29T11:46:00.004+07:00</published><updated>2010-07-29T16:48:44.641+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolam Budidaya Ikan'/><title type='text'>Kolam Terpal</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFFOdbuCXxI/AAAAAAAAADg/SOev1CoDMTQ/s1600/Kolam+Terpal1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 150px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFFOdbuCXxI/AAAAAAAAADg/SOev1CoDMTQ/s400/Kolam+Terpal1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499262887560109842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membaca tulisan ”Kolam Terpal” pasti akan terbayang bahwa yang dimaksud adalah&lt;br /&gt;bentuk kolam yang terbuat dari bahan terpal. Dan memang seperti itulah kolam&lt;br /&gt;terpal yaitu kolam yang terbuat dari terpal yang tidak tembus air.&lt;br /&gt;Kolam terpal dapat digunakan untuk pemeliharaan ikan, tanaman air, penampung&lt;br /&gt;air, dll. Jika dibandingkan dengan kolam semen yang pasti kolam terpal ini sangat&lt;br /&gt;murah dari sisi harganya, sangat mudah dan cepat dalam pemasangannya.&lt;br /&gt;Banyak peternak ikan hias dan konsumsi menggunakan kolam terpal. Termasuk&lt;br /&gt;saya. Hampir semua kolam ditempat saya menggunakan kolam terpal ini&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kolam terpal dapat dipakai hingga 2thn bahkan lebih. Tergantung pemakaian.&lt;br /&gt;Berdasarkan pengalaman saya bahkan hingga 3 thn kolam terpal tetap kuat dan&lt;br /&gt;dapat terus digunakan.&lt;br /&gt;Untuk pemasangan kolam terpal pada lantai yang tidak berupa tanah/plesteran/ubin&lt;br /&gt;terlebih dahulu harus dibuat rangka kolam. Rangka kolam ini dapat terbuat dari besi&lt;br /&gt;berlubang, besi berongga, kayu atau bambu. Selanjutnya kolam terpal di letakan di&lt;br /&gt;dalam rangka yang sudah dibuat.&lt;br /&gt;Untuk pemasangan kolam terpal pada lantai yang berupa tanah dapat dilakukan&lt;br /&gt;dengan cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Terlebih dahulu dibuat rangka kolam dengan cara memasang tiang-tiang&lt;br /&gt;penahan yang terbuat dari bambu/kayu kaso dimana tiang tersebut&lt;br /&gt;ditancapkan kedalam tanah dengan cara di cor agar kuat dan agar tiang tidak&lt;br /&gt;mudah lapuk.&lt;br /&gt;2. Dibuat pagar bambu untuk menahan tiap sisi-sisi kolam&lt;br /&gt;3. Selanjutnya alasi lantai sebelum kolam diletakan. Tujuannya adalah untuk&lt;br /&gt;menghindari keberadaan benda-benda tajam pada lantai yang dapat merusak&lt;br /&gt;kolam terpal. Untuk alas dapat menggunakan karpet, sekam padi, dll&lt;br /&gt;4. Setelah itu kolam dimasukan kedalam rangka kolam yang sudah di buat&lt;br /&gt;dan ikatkan pada rangka kolam&lt;br /&gt;Masalah yang sering ditemukan pada kolam terpal adalah kebocoran akibat robek&lt;br /&gt;pada tiap lipatan dan akibat gigitan tikus. Untuk memperbaiki kolam yang robek&lt;br /&gt;dapat menggunakan lem aibon. Dilakukan dengan cara sebagai berikut :&lt;br /&gt;1. Keringkan kolam terpal&lt;br /&gt;2. Amplas pada sisi-sisi bagian yang bocor lalu oleskan lem&lt;br /&gt;3. Siapkan sepotong terpal untuk menambal bagian yang bocor, amplas dan&lt;br /&gt;kemudian oleskan lem&lt;br /&gt;4. Biarkan selama 5 menit&lt;br /&gt;5. Tempelkan sepotong terpal tadi pada bagian yang bocor&lt;br /&gt;6. Setelah 1 jam kolam sudah dapat digunakan kembali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-5683353923281564461?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/5683353923281564461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/kolam-terpal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/5683353923281564461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/5683353923281564461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/kolam-terpal.html' title='Kolam Terpal'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFFOdbuCXxI/AAAAAAAAADg/SOev1CoDMTQ/s72-c/Kolam+Terpal1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-4855362045444659229</id><published>2010-07-29T11:35:00.002+07:00</published><updated>2010-07-30T17:46:33.060+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pakan Ikan'/><title type='text'>Membuat Pakan Ikan sendiri</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFEGQf9BAjI/AAAAAAAAAC4/IiiB0YKol-M/s1600/Pakan+Ikan1.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 114px; height: 132px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFEGQf9BAjI/AAAAAAAAAC4/IiiB0YKol-M/s400/Pakan+Ikan1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5499183500521177650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Membuat pakan sendiri,” banyak pembudidaya ikan berpikir apa bisa membuat pakan ikan sendiri untuk peliharaan ikan? Tentunya bisa. Melihat sekarang pakan atau pellet terus naik harganya dan makin tidak terjangkau para petani budidaya ikan. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Pellet ukuran 5ml, 3 ml, 1.5 ml&lt;br /&gt;Meskipun beberapa pakan buatan sendiri diakui masih kurang berkualitas dari pakan buatan pabrik tapi tidak menutup kemungkinan pakan buatan sendiri lebih baik, lebih segar jika bahan-bahan pembuatan pakan tersedia dan mutu yang baik.&lt;br /&gt;Pakan yang baik memenuhi nutrisi ikan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mengenal kebutuhan nutrisi ikan merupakan landasan dalam pembuatan pakan ikan sendiri, setiap ikan membutuhkan nilai gisi yang berbeda, kebutuhan protein, lemak dan serat ikan nila atau tilapia berbeda dengan ikan lele. &lt;br /&gt;Ikan lele memerlukan lebih sedikit nilai nutrisi dibanding dengan ikan nila, gurame, ikan mas dan sebagainya.  &lt;br /&gt;Pakan yang memiliki keseimbangan protein, lemak, dan serat  untuk kebutuhan ikan tertentu akan memacu pertumbuhan ikan yang cepat besar, akan tetapi bila nutrisi yang dibutuhkan ikan kurang maka pertumbuhan ikan akan lambat berakibat pada biaya dan waktu panen yang cukup lama. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Macam-macam bentuk pellet &lt;br /&gt;Sering terjadi ikan dipanen pada umur 6 bulan menjadi 8 bulan untuk ikan nila berukuran 500 gr. Karena nilai protein dan lemak serta serat yang kurang. &lt;br /&gt;Kandungan nutrisi pakan ikan buatan sendiri dibagi dua bagian sesuai dengan umur ikan.&lt;br /&gt;ikan nila yang berumur 1-3 bulan nilai protein antara 35%-50%.&lt;br /&gt;Ikan nila yang berumur 4 bulan keatas 25%-30% . lihat table untuk lebih lanjut.&lt;br /&gt;Setelah mengetahui kebutuhan ikan, kita perlu mempelajari bahan-bahan dan kandungan gisi setiap bahan yang tersedia. Hampir semua bahan dasar yang dibutuhkan dalam pembuatan pakan ikan sendiri tersedia di seluruh pelosok nusantara. Seperti, jagung, dedak kuning, tepung ikan, ampas tahu, limbah udang, bungkil, dan lainnya. Bahan-bahan tersebut memiliki nilai gisi yang cukup untuk kebutuhan ikan. Lihat table1. kandungan gisi bahan-bahan pembuatan pakan.&lt;br /&gt;Kandungan Protein Bahan Makanan Ikan  &lt;br /&gt;Nama Bahan Protein Lemak Serat&lt;br /&gt;Tepung Teri 63.71 4.21 3.6&lt;br /&gt;Tepung Udang 47.47 8.95 4.49&lt;br /&gt;Tepung Darah 80.85 5.61 0&lt;br /&gt;Tepung bekicot 39 9.33 1.05&lt;br /&gt;Tepung Ikan 62.99 6.01 3.6&lt;br /&gt;Tepung Kedelai 46.8 5.31 3.54&lt;br /&gt;Tepung Terigu 12.27 1.16 0&lt;br /&gt;Dedak Halus 13.3 2.4 9.4&lt;br /&gt;Tepung Jagung 9.5 3.22 1.76&lt;br /&gt;Tepung singkong 0.85 0.3 0&lt;br /&gt;Bungkil Kelapa 24.0 8.0 10&lt;br /&gt;Tepung Ayam Segar 15.51 0.21 0.36&lt;br /&gt;Jika di daerah anda tidak memiliki satu atau dua bahan yang tertera di atas anda masih tetap bisa membuat pellet ikan, dengan tiga macam saja tentu bisa juga. Dengan memperhatikan kebutuhan ikan, maka pakan ikan dapat diupayakan. Ingat lebih baik dengan bahan tiga macam yang ketersediaannya berkelanjutan lebih baik daripada lima atau enam baham campuran yang kadang tersedia dan kadang tidak. Sebaiknya jangan membuat pakan dengan campuran bahan pakan yang terus berubah-ubah menjaga agar ikan tidak stress oleh karena perubahan bahan pembuatan pellet.&lt;br /&gt;Bahan Lemak Protein Bahan/KG&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;Ikan 6.0 55.0 100&lt;br /&gt;Dedak 2.4 13.3 100&lt;br /&gt;Jagung 4.5 9.8 100&lt;br /&gt;Kedelai 1.3 46.8 100&lt;br /&gt;Kopra 16.7 79.4 100&lt;br /&gt;Table2.&lt;br /&gt;Bagaimana mencampur bahan pakan ikan sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan nila? Ada banyak cara untuk menghitung dan menkombinasiakan bahan pakan yang memenuhi standar yang di tentukan.&lt;br /&gt;Misalnya kita akan membuat pakan dengan nilai protein 40%, lemak 5% dengan bahan yang tersedia; tepung ikan, jagung giling, dan ampas tahu &lt;br /&gt;lihat contoh table formula campuran bahan pakan. &lt;br /&gt;Bahan Jumlah campuran Harga Bahan Kandungan Nutrisi&lt;br /&gt; % Cost (RP/100 kg) Lemak (%) protein (%)&lt;br /&gt;Ikan 30.0   1.80 16.50&lt;br /&gt;Dedak 0.0   0.00 0.00&lt;br /&gt;Jagung 20.0   0.90 1.96&lt;br /&gt;Kedelai 50.0   0.65 23.40&lt;br /&gt;Kopra                0.00&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Total 100   3.35 41.86&lt;br /&gt;Tabel3.&lt;br /&gt;Ingredient Inclution Rate Inclution Contribution to&lt;br /&gt; % Cost (RP/100 kg) Lipid (%) Protein (%)&lt;br /&gt;Ikan 30.0   1.80 16.50&lt;br /&gt;Dedak 50.0   1.20 6.65&lt;br /&gt;Jagung 20.0   0.90 1.96&lt;br /&gt;Kedelai     0.00 0.00&lt;br /&gt;Kopra       0.00&lt;br /&gt;         &lt;br /&gt;Total 100  Rp           3.90 25.11&lt;br /&gt;Tabel4.&lt;br /&gt;Contoh campuran bahan diatas hanya terdiri dari tiga bahan: tepung ikan, jagung halus, dan ampas tahu. Tentu saja anda bisa membuat dengan model campuran yang lain akan tetapi tepung ikan bahan utama yang harus ada dalam setiap pembuatan pakan ikan karena tepung ikan menimbulkan aroma yang dapat merangsang napsu makan ikan dan akan lebih baik lagi bila di tambahkan dua persen minyak ikan pada campuran pembuatan pellet ikan. Perhitungan diatas adalah perhitungan kasar. Kualitas bahan dan lain unsur lain dapat mempengaruhi nilai kandungan gisi setiap bahan.&lt;br /&gt;Setelah ditentukan bahan yang akan di gunakan kita sampai pada proses pencampuran sebagai berikut;&lt;br /&gt;• Sediakan tempat yang bersih untuk mengaduk sebanyak 100 kg .&lt;br /&gt;• Campurkan setiap bahan yang sudah ditentukan dalam kilogram.&lt;br /&gt;• Aduk sampai semua bahan sudah tercampur dengan mereta.&lt;br /&gt;• Sediakan wadah untuk persiapan pencetakan bahan menjadi berbentuk pellet.&lt;br /&gt;Mesin pencetak pellet ada dua macam; pencetak pellet basah dan mesin pencetak pellet kering. Biasanya mesin pencetak basah tidak bisa untuk mencetak pellet kering akan tetapi mesin pencetak pellet kering bisa mencetak pellet basah. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Gambar mesin pencetak pellet kering&lt;br /&gt;Desain pencetak pellet basah umumnya lebih murah dan mesin ini banyak di buat dalam negeri oleh bengkel-benkel industri kecil tapi, ada juga diantara mereka yang memproduksi mesin pencetak pellet kering dan harganya dua sampai tiga kali lipat, karena pembuatanya lebih mahal. &lt;br /&gt;Dalam proses pencetakan pellet basah hendaknya campuran air pada bahan jangan terlalu banyak atau sampai encer. &lt;br /&gt;Pellet akan terbentuk jika campuran tidak encer. &lt;br /&gt;Percobaan berulang-ulang akan menghasilkan takaran air yang tepat. &lt;br /&gt;Tuangkan bahan yang sudah dicampur ke mesin pencetak sedikit demi sedikit untuk melihat hasil cetakan apakah sudah bagus atau belum, tambahkan air jika mesin kelihatan bekerja terlalu berat atau jika terlalu encer tambahkan bahan kering yang sudah dicampur. &lt;br /&gt;Budidaya ikan nila akan lebih banyak menguntungkan jika pakan ikan dibuat sendiri. Makanan ikan merupakan biaya yang paling banyak dikeluarkan dalam usaha budidaya ikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-4855362045444659229?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/4855362045444659229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/membuat-pakan-ikan-sendiri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/4855362045444659229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/4855362045444659229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/membuat-pakan-ikan-sendiri.html' title='Membuat Pakan Ikan sendiri'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFEGQf9BAjI/AAAAAAAAAC4/IiiB0YKol-M/s72-c/Pakan+Ikan1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-733879694976508887</id><published>2010-07-28T19:51:00.003+07:00</published><updated>2010-07-30T18:54:22.402+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sapi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peternakan'/><title type='text'>Budi Daya Sapi Potong</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFAoapb1x2I/AAAAAAAAACo/JoH2lxUCNxI/s1600/Sapi1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFAoapb1x2I/AAAAAAAAACo/JoH2lxUCNxI/s400/Sapi1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498939583283709794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I. Pendahuluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha peternakan sapi potong mayoritas masih dengan pola tradisional dan skala usaha sambilan. Hal ini disebabkan oleh besarnya investasi jika dilakukan secara besar dan modern, dengan skala usaha kecilpun akan mendapatkan keuntungan yang baik jika dilakukan dengan prinsip budidaya modern. PT. NATURAL NUSANTARA dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan) membantu budidaya penggemukan sapi potong baik untuk skala usaha besar maupun kecil.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;II. Penggemukan&lt;br /&gt;Penggemukan sapi potong adalah pemeliharaan sapi dewasa dalam keadaan kurus untuk ditingkatkan berat badannya melalui pembesaran daging dalam waktu relatif singkat (3-5 bulan).&lt;br /&gt;Beberapa hal yang berkaitan dengan usaha penggemukan sapi potong adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jenis-jenis Sapi Potong.&lt;br /&gt;Beberapa jenis sapi yang digunakan untuk bakalan dalam usaha penggemukan sapi potong di Indonesia adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Sapi Bali.&lt;br /&gt;Cirinya berwarna merah dengan warna putih pada kaki dari lutut ke bawah dan pada pantat, punggungnya bergaris warna hitam (garis belut). Keunggulan sapi ini dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan yang baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Sapi Ongole.&lt;br /&gt;Cirinya berwarna putih dengan warna hitam di beberapa bagian tubuh, bergelambir dan berpunuk, dan daya adaptasinya baik. Jenis ini telah disilangkan dengan sapi Madura, keturunannya disebut Peranakan Ongole (PO) cirinya sama dengan sapi Ongole tetapi kemampuan produksinya lebih rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Sapi Brahman.&lt;br /&gt;Cirinya berwarna coklat hingga coklat tua, dengan warna putih pada bagian kepala. Daya pertumbuhannya cepat, sehingga menjadi primadona sapi potong di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Sapi Madura.&lt;br /&gt;Mempunyai ciri berpunuk, berwarna kuning hingga merah bata, terkadang terdapat warna putih pada moncong, ekor dan kaki bawah. Jenis sapi ini mempunyai daya pertambahan berat badan rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Sapi Limousin.&lt;br /&gt;Mempunyai ciri berwarna hitam bervariasi dengan warna merah bata dan putih, terdapat warna putih pada moncong kepalanya, tubuh berukuran besar dan mempunyai tingkat produksi yang baik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemilihan Bakalan.&lt;br /&gt;Bakalan merupakan faktor yang penting, karena sangat menentukan hasil akhir usaha penggemukan.&lt;br /&gt;Pemilihan bakalan memerlukan ketelitian, kejelian dan pengalaman. Ciri-ciri bakalan yang baik adalah :&lt;br /&gt;- Berumur di atas 2,5 tahun.&lt;br /&gt;- Jenis kelamin jantan.&lt;br /&gt;- Bentuk tubuh panjang, bulat dan lebar, panjang minimal 170 cm tinggi pundak minimal 135 cm, lingkar dada 133 cm.&lt;br /&gt;- Tubuh kurus, tulang menonjol, tetapi tetap sehat (kurus karena kurang pakan, bukan karena sakit).&lt;br /&gt;- Pandangan mata bersinar cerah dan bulu halus.&lt;br /&gt;- Kotoran normal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Tatalaksana Pemeliharaan.&lt;br /&gt;3.1. Perkandangan.&lt;br /&gt;Secara umum, kandang memiliki dua tipe, yaitu individu dan kelompok. Pada kandang individu, setiap sapi menempati tempatnya sendiri berukuran 2,5 X 1,5 m. Tipe ini dapat memacu pertumbuhan lebih pesat, karena tidak terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan dan memiliki ruang gerak terbatas, sehingga energi yang diperoleh dari pakan digunakan untuk hidup pokok dan produksi daging tidak hilang karena banyak bergerak. Pada kandang kelompok, bakalan dalam satu periode penggemukan ditempatkan dalam satu kandang. Satu ekor sapi memerlukan tempat yang lebih luas daripada kandang individu. Kelemahan tipe kandang ini yaitu terjadi kompetisi dalam mendapatkan pakan sehingga sapi yang lebih kuat cenderung cepat tumbuh daripada yang lemah, karena lebih banyak mendapatkan pakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.2. Pakan.&lt;br /&gt;Berdasarkan kondisi fisioloigis dan sistem pencernaannya, sapi digolongkan hewan ruminansia, karena pencernaannya melalui tiga proses, yaitu secara mekanis dalam mulut dengan bantuan air ludah (saliva), secara fermentatif dalam rumen dengan bantuan mikrobia rumen dan secara enzimatis setelah melewati rumen.&lt;br /&gt;Penelitian menunjukkan bahwa penggemukan dengan mengandalkan pakan berupa hijauan saja, kurang memberikan hasil yang optimal dan membutuhkan waktu yang lama. Salah satu cara mempercepat penggemukan adalah dengan pakan kombinasi antara hijauan dan konsentrat. Konsentrat yang digunakan adalah ampas bir, ampas tahu, ampas tebu, bekatul, kulit biji kedelai, kulit nenas dan buatan pabrik pakan. Konsentrat diberikan lebih dahulu untuk memberi pakan mikrobia rumen, sehingga ketika pakan hijauan masuk rumen, mikrobia rumen telah siap dan aktif mencerna hijauan. Kebutuhan pakan (dalam berat kering) tiap ekor adalah 2,5% berat badannya. Hijauan yang digunakan adalah jerami padi, daun tebu, daun jagung, alang-alang dan rumput-rumputan liar sebagai pakan berkualitas rendah dan rumput gajah, setaria kolonjono sebagai pakan berkualitas tinggi.&lt;br /&gt;Penentuan kualitas pakan tersebut berdasarkan tinggi rendahnya kandungan nutrisi (zat pakan) dan kadar serat kasar. Pakan hijauan yang berkualitas rendah mengandung serat kasar tinggi yang sifatnya sukar dicerna karena terdapat lignin yang sukar larut oleh enzim pencernaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu PT. NATURAL NUSANTARA juga mengeluarkan suplemen khusus ternak yaitu VITERNA Plus, POC NASA, dan HORMONIK. Produk ini, khususnya produk VITERNA Plus menggunakan teknologi asam amino yang diciptakan dengan pendekatan fisiologis tubuh sapi, yaitu dengan meneliti berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VITERNA Plus mengandung berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak, yaitu :&lt;br /&gt;- Mineral-mineral sebagai penyusun tulang, darah&lt;br /&gt;dan berperan dalam sintesis enzim, yaitu N, P, K,&lt;br /&gt;Ca, Mg, Cl dan lain-lain.&lt;br /&gt;- Asam-asam amino, yaitu Arginin, Histidin, Leusin, Isoleusin dan lain-lain sebagai penyusun protein, pembentuk sel dan organ tubuh.&lt;br /&gt;- Vitamin lengkap yang berfungsi untuk berlangsungnya proses fisiologis tubuh yang normal dan meningkatkan ketahanan tubuh sapi dari serangan penyakit.&lt;br /&gt;- Asam - asam organik essensial, diantaranya asam propionat, asam asetat dan asam butirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan bobot harian sapi, meningkatkan ketahanan tubuh ternak, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan HORMONIK lebih berfungsi sebagai zat pengatur tumbuh bagi ternak. Di mana formula ini akan sangat membantu meningkatkan pertumbuhan ternak secara keseluruhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara penggunaannya adalah dengan dicampurkan dalam air minum atau komboran pakan konsentrat. Caranya sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Campurkan 1 botol VITERNA Plus (500 cc) dan 1 botol POC NASA (500 cc) ke dalam sebuah wadah khusus. Tambahkan ke dalam larutan campuran tersebut dengan 20 cc HORMONIK. Aduk atau kocok hingga tercampur secara merata.&lt;br /&gt;   2. Selanjutnya berikan kepada ternak sapi dengan dosis 10 cc per ekor. Interval 2 kali sehari, yaitu pagi dan sore hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.3. Pengendalian Penyakit.&lt;br /&gt;Dalam pengendalian penyakit, yang lebih utama dilakukan adalah pencegahan penyakit daripada pengobatan, karena penggunaan obat akan menambah biaya produksi dan tidak terjaminnya keberhasilan pengobatan yang dilakukan. Usaha pencegahan yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Pemanfaatan kandang karantina. Sapi bakalan yang baru hendaknya dikarantina pada suatu kandang terpisah, dengan tujuan untuk memonitor adanya gejala penyakit tertentu yang tidak diketahui pada saat proses pembelian. Disamping itu juga untuk adaptasi sapi terhadap lingkungan yang baru. Pada waktu sapi dikarantina, sebaiknya diberi obat cacing karena berdasarkan penelitian sebagian besar sapi di Indonesia (terutama sapi rakyat) mengalami cacingan. Penyakit ini memang tidak mematikan, tetapi akan mengurangi kecepatan pertambahan berat badan ketika digemukkan. Waktu mengkarantina sapi adalah satu minggu untuk sapi yang sehat dan pada sapi yang sakit baru dikeluarkan setelah sapi sehat. Kandang karantina selain untuk sapi baru juga digunakan untuk memisahkan sapi lama yang menderita sakit agar tidak menular kepada sapi lain yang sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Menjaga kebersihan sapi bakalan dan kandangnya. Sapi yang digemukkan secara intensif akan menghasilkan kotoran yang banyak karena mendapatkan pakan yang mencukupi, sehingga pembuangan kotoran harus dilakukan setiap saat jika kandang mulai kotor untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Vaksinasi untuk bakalan baru. Pemberian vaksin cukup dilakukan pada saat sapi berada di kandang karantina. Vaksinasi yang penting dilakukan adalah vaksinasi Anthrax.&lt;br /&gt;Beberapa jenis penyakit yang dapat meyerang sapi potong adalah cacingan, Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kembung (Bloat) dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Produksi Daging.&lt;br /&gt;Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi daging adalah&lt;br /&gt;1. Pakan.&lt;br /&gt;Pakan yang berkualitas dan dalam jumlah yang optimal akan berpengaruh baik terhadap kualitas daging. Perlakuan pakan dengan NPB akan meningkatkan daya cerna pakan terutama terhadap pakan yang berkualitas rendah sedangkan pemberian VITERNA Plus memberikan berbagai nutrisi yang dibutuhkan ternak sehingga sapi akan tumbuh lebih cepat dan sehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Faktor Genetik.&lt;br /&gt;Ternak dengan kualitas genetik yang baik akan tumbuh dengan baik/cepat sehingga produksi daging menjadi lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Jenis Kelamin.&lt;br /&gt;Ternak jantan tumbuh lebih cepat daripada ternak betina, sehingga pada umur yang sama, ternak jantan mempunyai tubuh dan daging yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Manajemen.&lt;br /&gt;Pemeliharaan dengan manajemen yang baik membuat sapi tumbuh dengan sehat dan cepat membentuk daging, sehingga masa penggemukan menjadi lebih singkat. &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-733879694976508887?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/733879694976508887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/budi-daya-sapi-potong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/733879694976508887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/733879694976508887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/budi-daya-sapi-potong.html' title='Budi Daya Sapi Potong'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFAoapb1x2I/AAAAAAAAACo/JoH2lxUCNxI/s72-c/Sapi1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-8218399774903814951</id><published>2010-07-28T19:45:00.002+07:00</published><updated>2010-07-30T18:36:55.953+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peternakan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ayam'/><title type='text'>BUDIDAYA AYAM PEDAGING (BROILER)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFAmvVfnxWI/AAAAAAAAACg/O4qBIZe1xRs/s1600/Ayam2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFAmvVfnxWI/AAAAAAAAACg/O4qBIZe1xRs/s400/Ayam2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498937739684857186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;I. Pendahuluan&lt;br /&gt;Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;II. Pemilihan Bibit&lt;br /&gt;Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;III. Kondisi Teknis yang Ideal&lt;br /&gt;a. Lokasi kandang&lt;br /&gt;Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.&lt;br /&gt;b.Pergantian udara dalam kandang.&lt;br /&gt;Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.&lt;br /&gt;c.Suhu udara dalam kandang.&lt;br /&gt;Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umur (hari) 	Suhu ( 0C )&lt;br /&gt;01 - 07 	34 - 32&lt;br /&gt;08 - 14 	29 - 27&lt;br /&gt;15 - 21 	26 - 25&lt;br /&gt;21 - 28 	24 - 23&lt;br /&gt;29 - 35 	23 - 21&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.Kemudahan mendapatkan sarana produksi&lt;br /&gt;Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;IV. Tata Laksana Pemeliharaan&lt;br /&gt;4.1 Perkembangan&lt;br /&gt;Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.&lt;br /&gt;Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.2. Pakan&lt;br /&gt;- Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).&lt;br /&gt;- Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. -Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.&lt;br /&gt;- Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.&lt;br /&gt;- Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh perhitungan :&lt;br /&gt;Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :&lt;br /&gt;Berat total ayam hasil panen =&lt;br /&gt;1000 x 2 = 2000 kg&lt;br /&gt;FCR = 3125 : 2000 = 1,6&lt;br /&gt;Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.3. Vaksinasi&lt;br /&gt;Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.4. Teknis Pemeliharaan&lt;br /&gt;- Minggu Pertama (hari ke-1-7). Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).&lt;br /&gt;- Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.&lt;br /&gt;- Minggu Kedua (hari ke 8 -14).&lt;br /&gt;Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.&lt;br /&gt;- Minggu Ketiga (hari ke 15-21).&lt;br /&gt;Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.&lt;br /&gt;- Minggu Keempat (hari ke 22-28).&lt;br /&gt;Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal&lt;br /&gt;mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.&lt;br /&gt;- Minggu Kelima (hari ke 29-35).&lt;br /&gt;Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.&lt;br /&gt;- Minggu Keenam (hari ke-36-42).&lt;br /&gt;Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.5. Penyakit&lt;br /&gt;Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :&lt;br /&gt;- Tetelo (Newcastle Disease/ND)&lt;br /&gt;Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.&lt;br /&gt;- Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)&lt;br /&gt;Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.&lt;br /&gt;- Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease)&lt;br /&gt;Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.&lt;br /&gt;- Berak Kapur (Pullorum).&lt;br /&gt;Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.&lt;br /&gt;Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.&lt;br /&gt;Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :&lt;br /&gt;1. Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh&lt;br /&gt;3. Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.6. Sanitasi/Cuci Hama Kandang&lt;br /&gt;Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-8218399774903814951?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/8218399774903814951/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/budidaya-ayam-pedaging-broiler.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8218399774903814951'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8218399774903814951'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/budidaya-ayam-pedaging-broiler.html' title='BUDIDAYA AYAM PEDAGING (BROILER)'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFAmvVfnxWI/AAAAAAAAACg/O4qBIZe1xRs/s72-c/Ayam2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-7196636052749645895</id><published>2010-07-28T19:16:00.006+07:00</published><updated>2010-07-28T19:38:28.742+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Peternakan'/><title type='text'>Cara Atasi Penyakit Mareks Pada Ayam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFAhL_ia-aI/AAAAAAAAACY/5SAvpVPN4yo/s1600/Ayam1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 258px; height: 181px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFAhL_ia-aI/AAAAAAAAACY/5SAvpVPN4yo/s400/Ayam1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498931634937461154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Cara Atasi Penyakit Mareks Pada Ayam&lt;br /&gt;Penyakit ini menyebabkan kematian pada ayam mencapai 30-60%. Pencegahan dini harus segera dilakukan agar kerugian dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan penyakit Mareks diberikan sebagai penghargaan kepada seseorang yang pertama kali mengadakan penelitian tentang sesuatu penyakit...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1907 orang yang bernama MarexPolyneuritis, yakni suatu penyakit yang pada umumnya menyerang syaraf. Pemberian nama suatu penyakit yang berorientasi pada syaraf berubah-ubah tergantung kepada para ahli yang menelitinya, ada yang menyebut : Range paralysis, Fowl paralysis atau Neuro Lymphomatasis dan yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan : Avian Reucosis Complex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Calnek dan Witter (1972), penyakit mareks dikeluarkan dari kelompok Avian Leucosis Complex. Sedangkan di Indonesia penyakit semacam ini...&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penyakit ini menyebabkan kematian pada ayam mencapai 30-60%. Pencegahan dini harus segera dilakukan agar kerugian dapat dihindari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebutan penyakit Mareks diberikan sebagai penghargaan kepada seseorang yang pertama kali mengadakan penelitian tentang sesuatu penyakit. Pada tahun 1907 orang yang bernama MarexPolyneuritis, yakni suatu penyakit yang pada umumnya menyerang syaraf. Pemberian nama suatu penyakit yang berorientasi pada syaraf berubah-ubah tergantung kepada para ahli yang menelitinya, ada yang menyebut : Range paralysis, Fowl paralysis atau Neuro Lymphomatasis dan yang kemudian lebih dikenal dengan sebutan : Avian Reucosis Complex.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian Calnek dan Witter (1972), penyakit mareks dikeluarkan dari kelompok Avian Leucosis Complex. Sedangkan di Indonesia penyakit semacam ini dikenal dengan sebutan penyakit mareks atau marex. Dengan semakin majunya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, khususnya peternak unggas, maka petani peternak unggas di Indonesia tidak ketinggalan dari masalah penyakit mareks ini. Penyakit ini dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar di kalangan petani peternak unggas, baik yang memelihara sambilan maupun berskala besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia adanya penyakit mareks baru pertama kali dilaporkan oleh de Boer dan Djaenudin pada tahun 1949 (Sofyan SD, 1980). Aetiologi atau penyebab penyakit mareks ini adalah virus DNA. Penyakit ini dapat menyerang semua jenis ternak unggas. Pada ayam, penyakit mareks menyerang ayam-ayam umur muda, setelah ayam berumur 3 minggu atau berkisar 1 sampai dengan 4 bulan. Sedangkan pada ayam dewasa jarang sekali dijumpai. Penyakit mareks tersebar di seluruh dunia, baik yang beriklim tropis mupun sub tropis, termasuk di Indonesia. Apabila ayam terinfeksi oleh virus mareks, maka virus ini akan masuk melalui kulit ke dalam tubuh ayam dan biasanya melalui kulit-kulit yang kotor oleh debu atau kotoran lainnya, terutama debu-debu kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itulah kandang diusahain harus selalu bersih dari debu-debu dan bulu-blulu bekas pada saat molting. Tanda-tanda penyakit mareks adalah : pincang, lumpuh pada sayap atau leher, kadang-kadang matanya menjadi buta dan kelumpuhan pada kaki yang ditandai dengan satu kaki menghadap ke depan dan satunya menghadap ke belakang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit mareks mempunyai empat macam bentuk dan dapat digolongkan berdasarkan organ-organ yang terserang yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   1. Neural&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tanda-tanda dari penyakit tipe ini adalah jengger pucat, kelumpuhan (paralyse) pada sayap dan kaki yang dapat dilihat pada sayap yang jatuh dan inkordinasi dari kaki-kaki dimana satu terenggang ke depan yang satunya ke belakang atau sebaliknya.&lt;br /&gt;   2. Viseral&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Penyakit tipe ini, organ-organ yang terserang adalah hati (hepar), ginjal, testis, ovarium dan lympha (lien). Warna organ-organ tersebut berubah menjadi pucat dan pada hati terjadi pembesaran dua sampai empat kali dari keadaan normal dan banyak dijumpai pula tumor-tumor.&lt;br /&gt;   3. Ocular&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tipe ini ditandai dengan kebutaan pada mata atau iris (conjunktiva) dan maka akan berwarna kelabu seperti mutiara.&lt;br /&gt;   4. Skin form&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Tipe ini ditandai adanya tumor-tumor di bawah kulit (sub cutan) dan otot-otot (musculus).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Untuk mendiagnosa apakah benar penyakit yang terjadi pada ayam benar-benar penyakit mareks, kita dasarkan pada gejala klinis dan pemerikasaan laboratoris. Pada kenyataannya sering kita jumpai bahwa penyakit Avian Leucosis Complex dikaburkan dengan penyakit mareks. Pada penyakit ini tanda-tanda klinis hampir sama dengan mareks, akan tetapi biasanya penyakit tersebut sering menyerang pada ayam yang berumur empat sampai lima bulan. Oleh karena itu peternak harus lebih berhati-hati dalam mendiagnosa penyakit mareks ini, dan untuk lebih meyakinkanperlu diadakan pemerikasaan laboratoris. Apakah faktor prediksi atau predisposisi dari penyakit mareks?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Faktor yang mendorong berjangkitnya penyakit mareks pada ayam antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Perkandangan. Kandang yang kurang bersih, berdebu dan lembab mendorong berjangkitnya mareks.&lt;br /&gt;    * Pemeliharaan. Pola pencampuran ayam muda dengan ayam dewasa (tidak seragam umurnya).&lt;br /&gt;    * Stress. Ayam yang stress mudah terserang penyakit&lt;br /&gt;    * Adanya Penyakit lain. IBD dan beberapa penyakit lain yang menurunkan kekebalan berpotensi terserang mareks.&lt;br /&gt;    * Faktor genetis. Kekebalan induk yang diturunkan kepada anaknya berbeda. Kadang ada jenis ayam yang mempunyai kekebalan yang lebih tinggi dibandingkan jenis lain. Untuk mencegah penyebaran mareks tindakan yang harus dilakukan adalah melakukan desinfeksi kandang dan peralatannya, mengontrol penyebaran penyakit dan meminimalisir ternak kontak langsung dengan manusia. Mengingat mareks dapat menimbulkan kematian ayam 30-60%, maka dari sisi ekonomi kerugian yang ditimbulkan cukup tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;      Sumber www.poultryindonesia.com dimodifikasi oleh Abror Yudi Prabowo untuk dipublikasikan kembali&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-7196636052749645895?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/7196636052749645895/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/cara-atasi-penyakit-mareks-pada-ayam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/7196636052749645895'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/7196636052749645895'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/cara-atasi-penyakit-mareks-pada-ayam.html' title='Cara Atasi Penyakit Mareks Pada Ayam'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFAhL_ia-aI/AAAAAAAAACY/5SAvpVPN4yo/s72-c/Ayam1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-8513201822257474981</id><published>2010-07-27T18:56:00.005+07:00</published><updated>2010-07-28T19:37:46.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lele'/><title type='text'>BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE7L0mfMR0I/AAAAAAAAACI/EjF94SfyNCU/s1600/Lele+5.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 103px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE7L0mfMR0I/AAAAAAAAACI/EjF94SfyNCU/s400/Lele+5.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498556299610965826" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE7L0JOLj4I/AAAAAAAAACA/gXpa4k81ky8/s1600/Lele+4.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 100px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE7L0JOLj4I/AAAAAAAAACA/gXpa4k81ky8/s400/Lele+4.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498556291754987394" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE7LOu3ru2I/AAAAAAAAAB4/QbkmqM5NhK4/s1600/Lele+4.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 150px; height: 100px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE7LOu3ru2I/AAAAAAAAAB4/QbkmqM5NhK4/s320/Lele+4.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498555649026145122" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan air Tawar yang sudah dibudidayakan secara komersial oleh masyarakat Indonesia terutama di Pulau Jawa. Budidaya lele berkembang pesat dikarenakan &lt;br /&gt;1) dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas dengan padat tebar tinggi, &lt;br /&gt;2) teknologi budidaya relatif mudah dikuasai oleh masyarakat, &lt;br /&gt;3) pemasarannya relatif mudah dan &lt;br /&gt;4) modal usaha yang dibutuhkan relatif rendah.&lt;br /&gt;Pengembangan usaha budidaya ikan lele semakin meningkat setelah masuknya jenis ikan lele dumbo ke Indonesia pada tahun 1985. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain tumbuh lebih cepat, jumlah telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian perkembangan budidaya yang pesat tanpa didukung pengelolaan induk yang baik menyebabkan lele dumbo mengalami penurunan kualitas. Hal ini karena adanya perkawinan sekerabat (inbreeding), seleksi induk yang salah atas penggunaan induk yang berkualitas rendah. Penurunan kualitas ini dapat diamati dari karakter umum pertama matang gonad, derajat penetasan telur, pertumbuhan harian, daya tahan terhadap penyakit dan nilai FCR (Feeding Conversion Rate).Sebagai upaya perbaikan mutu ikan lele dumbo BBAT Sukabumi telah berhasil melakukan rekayasa genetik untuk menghasilkan lele dumbo strain baru yang diberi nama lele "Sangkuriang".Seperti halnya sifat biologi lele dumbo terdahulu, lele Sangkuriang tergolong omnivora. Di alam ataupun lingkungan budidaya, ia dapat memanfaatkan plankton, cacing, insekta, udang-udang kecil dan mollusca sebagai makanannya. Untuk usaha budidaya, penggunaan pakan komersil (pellet) sangat dianjurkan karena berpengaruh besar terhadap peningkatan efisiensi dan produktivitas.Tujuan pembuatan Petunjuk Teknis ini adalah untuk memberikan cara dan teknik pemeliharaan ikan lele dumbo strain Sangkuriang yang dilakukan dalam rangka peningkatan produksi Perikanan untuk meningkatkan ketersediaan protein hewani dan tingkat konsumsi ikan bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan keunggulan lele dumbo hasil perbaikan mutu dan sediaan induk yang ada di BBAT Sukabumi, maka lele dumbo tersebut layak untuk dijadikan induk dasar yaitu induk yang dilepas oleh Menteri Kelautan dan Perikanan dan telah dilakukan diseminasi kepada instansi/pembudidaya yang memerlukan. Induk lele dumbo hasil perbaikan ini, diberi nama "Lele Sangkuriang". Induk lele Sangkuriang merupakan hasil perbaikan genetik melalui cara silang balik antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan generasi keenam (F6). Induk betina F2 merupakan koleksi yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi yang berasal dari keturunan kedua lele dumbo yang diintroduksi ke Indonesia tahun 1985. Sedangkan induk jantan F6 merupakan sediaan induk yang ada di Balai Budidaya Air Tawar Sukabumi. Induk dasar yang didiseminasikan dihasilkan dari silang balik tahap kedua antara induk betina generasi kedua (F2) dengan induk jantan hasil silang balik tahap pertama (F2 6).Budidaya lele Sangkuriang dapat dilakukan di areal dengan ketinggian 1 m - 800 m dpi. Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas &gt;800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial sekitarnya artinya kawasan budidaya yang dikembangkan sejalan dengan kebijakan yang dilakukan Pemda setempat.Budidaya lele, baik kegiatan pembenihan maupun pembesaran dapat dilakukan di kolam tanah, bak tembok atau bak plastik. Budidaya di bak tembok dan bak plastik dapat memanfaatkan lahan pekarangan ataupun lahan marjinal lainnya.Sumber air dapat menggunakan aliran irigasi, air sumu (air permukaan atau sumur dalam), ataupun air hujan yan sudah dikondisikan terlebih dulu. Parameter kualitas air yan baik untuk pemeliharaan ikan lele sangkuriang adalah sebagai berikut:a. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32C. Suhu air akan mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air. b. pH air yang ideal berkisar antara 6-9. c. Oksigen terlarut di dalam air harus &gt; 1 mg/l. Budidaya ikan lele Sangkuriang dapat dilakukan dalam bak plastik, bak tembok atau kolam tanah. Dalam budidaya ikan lele di kolam yang perlu diperhatikan adalah pembuatan kolam, pembuatan pintu pemasukan dan pengeluaran air.Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran 100-500 m2. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Pada bagian tengah dasar kolam dibuat parit (kamalir) yang memanjang dari pemasukan air ke pengeluaran air (monik). Parit dibuat selebar 30-50 cm dengan kedalaman 10-15 cm.Sebaiknya pintu pemasukan dan pengeluaran air berukuran antara 15-20 cm. Pintu pengeluaran dapat berupa monik atau siphon. Monik terbuat dari semen atau tembok yang terdiri dari dua bagian yaitu bagian kotak dan pipa pengeluaran. Pada bagian kotak dipasang papan penyekat terdiri dari dua lapis yang diantaranya diisi dengan tanah dan satu lapis saringan. Tinggi papan disesuaikan dengan tinggi air yang dikehendaki. Sedangkan pengeluaran air yang berupa siphon lebih sederhana, yaitu hanya terdiri dari pipa paralon yang terpasang didasar kolam dibawah pematang dengan bantuan pipa berbentuk "L" mencuat ke atas sesuai dengan ketinggian air kolam.Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.Pelaksanaan BudidayaSebelum benih ikan lele ditebarkan di kolam pembesaran, yang perlu diperhatikan adalah tentang kesiapan kolam meliputi:&lt;br /&gt;a. Persiapan kolam tanah (tradisional)&lt;br /&gt;Pengolahan dasar kolam yang terdiri dari pencangkulan atau pembajakan tanah dasar kolam dan meratakannya. Dinding kolam diperkeras dengan memukul-mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran. Pemopokan pematang untuk kolam tanah (menutupi bagian-bagian kolam yang bocor).&lt;br /&gt;Untuk tempat berlindung ikan (benih ikan lele) sekaligus mempermudah pemanenan maka dibuat parit/kamalir dan kubangan (bak untuk pemanenan).&lt;br /&gt;Memberikan kapur ke dalam kolam yang bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.&lt;br /&gt;Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2.&lt;br /&gt;Pada pintu pemasukan dan pengeluaran air dipasang penyaring&lt;br /&gt;Kemudian dilakukan pengisian air kolam.&lt;br /&gt;Kolam dibiarkan selama 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.&lt;br /&gt;b. Persiapan kolam tembok&lt;br /&gt;Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.&lt;br /&gt;c. Penebaran Benih&lt;br /&gt;Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit.&lt;br /&gt;Penebaran benih sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih diaklimatisasi dulu (perlakuan penyesuaian suhu) dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.&lt;br /&gt;d. Pemberian Pakan&lt;br /&gt;Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 3-4 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.&lt;br /&gt;e. Pemanenan&lt;br /&gt;Ikan lele Sangkuriang akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 - 250 gram per ekor dengan panjang 15 - 20 cm. Pemanenan dilakukan dengan cara menyurutkan air kolam. Ikan lele akan berkumpul di kamalir dan kubangan, sehingga mudah ditangkap dengan menggunakan waring atau lambit. Cara lain penangkapan yaitu dengan menggunakan pipa ruas bambu atau pipa paralon/bambu diletakkan didasar kolam, pada waktu air kolam disurutkan, ikan lele akan masuk kedalam ruas bambu/paralon, maka dengan mudah ikan dapat ditangkap atau diangkat. Ikan lele hasil tangkapan dikumpulkan pada wadah berupa ayakan/happa yang dipasang di kolam yang airnya terus mengalir untuk diistirahatkan sebelum ikan-ikan tersebut diangkut untuk dipasarkan.Pengangkutan ikan lele dapat dilakukan dengan menggunakan karamba, pikulan ikan atau jerigen plastik yang diperluas lubang permukaannya dan dengan jumlah air yang sedikit.&lt;br /&gt;Proses Produksi pada kegiatan pembesaran disajikan Tabel 1. Tabel 1Proses pembesaran lele Sangkuriang di bak tembok. Kriteria Satuan Pembesaran&lt;br /&gt;Ukuran Tanaman&lt;br /&gt;- Umur hari 40&lt;br /&gt;- panjang cm 4 - 8&lt;br /&gt;- bobot gram 4- 6&lt;br /&gt;Ukuran Panen&lt;br /&gt;- Umur hari 130&lt;br /&gt;- panjang cm 15 - 20&lt;br /&gt;- bobot gram 125 - 200&lt;br /&gt;Sintasan % 80-90&lt;br /&gt;Padat Tebar Ekor/m2 50-75&lt;br /&gt;Pakan&lt;br /&gt;- Tingkat Pemberian % bobot 3&lt;br /&gt;- Frekuensi Pemberian kali/hari 3&lt;br /&gt;Tingkat Konversi Pakan 0,8 - 1,2&lt;br /&gt;Kegiatan budidaya lele Sangkuriang di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Organisme predator yang biasanya menyerang antara lain ular dan belut. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp.Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam. Sedangkan penanggulangan belut dapat dilakukan dengan pembersihan pematang kolam dan pemasangan plastik di sekeliling kolam.Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengobatan dapat menggunakan obat-obatan yang direkomendasikan.Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut: &lt;br /&gt;1. Pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan.&lt;br /&gt;2. Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air. &lt;br /&gt;3. Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak.&lt;br /&gt;4. Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit.&lt;br /&gt;5. Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit.&lt;br /&gt;6. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air). Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK. &lt;br /&gt;7. Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik. Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru. &lt;br /&gt;8. Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-8513201822257474981?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/8513201822257474981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/budidaya-lele-sangkuriang-clarias-sp.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8513201822257474981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8513201822257474981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/budidaya-lele-sangkuriang-clarias-sp.html' title='BUDIDAYA LELE SANGKURIANG (Clarias sp)'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE7L0mfMR0I/AAAAAAAAACI/EjF94SfyNCU/s72-c/Lele+5.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-8022244450402180995</id><published>2010-07-27T18:42:00.004+07:00</published><updated>2010-07-28T19:37:46.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lele'/><title type='text'>Pembesaran lele sangkuriang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE7I4YRZvCI/AAAAAAAAABw/5itMpR1o1v4/s1600/Lele+3.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE7I4YRZvCI/AAAAAAAAABw/5itMpR1o1v4/s320/Lele+3.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498553065979624482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pembesaran lele sangkuriang&lt;br /&gt;Pembesaran lele sangkuriang dilakukan di kolam tanah.&lt;br /&gt;Caranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * siapkan sebuah kolam ukuran 200 m2;&lt;br /&gt;    * perbaiki seluruh bagiannya;&lt;br /&gt;    * isi air setinggi 40 - 60 cm dan rendam selama 5 hari;&lt;br /&gt;    * masukan 10.000 ekor benih hasil seleksi dari pendederan III;&lt;br /&gt;    * beri pakan 3 persen setiap hari, 3 kg di awal pemeliharaan dan bertambah terus sesuai dengan berat ikan;&lt;br /&gt;    * alirkan air secara kontinyu;&lt;br /&gt;    * lakukan panen setelah 2,5 bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah kolam dapat menghasilkan ikan konsumsi ukuran 125 gram rata-rata 1 ton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyediakan Bibit Lele Sangkuriang Ukuran:&lt;br /&gt;15 Hari&lt;br /&gt;3 - 5 Cm&lt;br /&gt;4 - 6 Cm&lt;br /&gt;5 - 7 Cm&lt;br /&gt;7 - 9 Cm&lt;br /&gt;Remaja&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Harga di Jamin Memuaskan dan Bibit Unggulan&lt;br /&gt;Hub: Andi Kurniawan&lt;br /&gt;+6285643423181&lt;br /&gt;Email/Ym: asterix_qh@yahoo.com&lt;br /&gt;Lokasi: Yogyakarta&lt;br /&gt;Siap Kirim Ke Seluruh Nusantara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-8022244450402180995?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/8022244450402180995/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/pembesaran-lele-sangkuriang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8022244450402180995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/8022244450402180995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/pembesaran-lele-sangkuriang.html' title='Pembesaran lele sangkuriang'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE7I4YRZvCI/AAAAAAAAABw/5itMpR1o1v4/s72-c/Lele+3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-286898337997156320</id><published>2010-07-26T21:13:00.001+07:00</published><updated>2010-07-30T17:40:48.336+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kolam Budidaya Ikan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Perikanan'/><title type='text'>Kolam Ikan Air Tawar</title><content type='html'>Kolam Ikan Air Tawar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-jenis Kolam Pembesaran Ikan Air Tawar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disadur dari berbagai sumber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis kolam yang dapat digunakan sebagai pembesaran ikan sesuai dengan karakter ikan yang akan kita budidayakan, diantaranya;&lt;br /&gt;Kolam Air Tenang (KAT)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam ini dibuat di permukaan tanah, berlahan luas (lebih dari 100m2), dan umumnya berpematang tanah. Debit air dalam KAT kecil sehingga kondisi airnya tidak deras atau tenang.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kolam Air Tenang terdiri dari tiga bagian  utama yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a)      Pematang, berfungsi sebagai penahan air sehingga harus kuat dan kokoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b)      Pintu Pemasukan, berfungsi sebagai lubang untuk mengalirkan air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c)      Pintu Pembuangan, berfungsi untukmengeluarkan air saat pengeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagian lain dari KAT adalah kemalir dan kobakan, yang berfungsi sebagai tempat berkumpulnya ikan dan tempat penangkapan ikan saat panen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam suatu lokasi, KAT dapat berupa satu atau puluhan kolam dan perkolaman. Sebuah perkolaman memiliki tiga bagian utama, yaitu saluran pemasukan, saluran pembuangan, dan kolamnya sendiri. Saluran pemasukan berhubungan langsung dengan sumber air. Saluran pembuangan berhubungan langsung dengan sumber air lain atau sumber air yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam Air Deras (KAD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam ini dibuat dipermukaan tanah berlahan sempit (kurang dari 50m2), berpematang tembok atau beton sehingga KAD akan kuat dan kokoh. Berbeda dengan KAT, KAD ini debit airnya lebih besar mencapai lbih dari 20 liter/detik, sehingga airnya deras seperti aliran sungai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan dari besarnya debit air pada KAD adalah untuk menyuplai oksigen dalam jumlah besar. Dengan oksigen yang tinggi, ikan-ikan dapat bernapas dengan bebas, hidup dengan baik dan meningkatkan nafsu makan yang tinggi. Selain itu dengan debit air yang deras dapat membuang kotoran seperti lumpur, sisa pakan, kotoran ikan sehingga kualitas air didalam KAD tetap baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berlahan sempit, KAD ini dapat memelihara ikan dengan kepadatan tinggi dan dapat menghasilkan ikan  konsumsi.&lt;br /&gt;Keramba Jaring Apung (KJA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keramba Jaring Apung (KJA) adalah tempat pemeliharaan ikan yang dibuat di permukaan air, dibatasi dengan jaring, dan terapung dipermukaan. Ciri lain dari kolam ini adalah terdapat saung/rumah jaga dibagian tengahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya KJA ini ada didaerah perairan yang luas seperti waduk, danau dan laut. Beberapa waduk yang terkenal denan KJA nya adalah waduk Cirata, Saguling dan Jatiluhur. Setiap kelompok KJA terdiri dari 4 kolam dan setiap kolam berlapis dua. Pada seluruh areal KJA terkadang diberi jaring lagi yang lebih besar. KJA memiliki 8 bagian yaitu kerangka, pelampung, jembatan, jangkar, jaring, rumah jaga dan gudang.&lt;br /&gt;Kolam Terpal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam ini terbuat dari terpal yang biasanya khusus untuk pembuatan atap berbagai bangunan. Kolam terpal ini memang tidak sekokoh kolam tembok namun sudah bisa untuk media pembesaran ikan air tawar.&lt;br /&gt;Kolam terpal dapat dibuat di pekarangan rumah sehingga cocok untuk usaha budidaya ikan air tawar skala rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam terpal bisa dibuat hanya beberapa meter saja sesuai dengan ukuran dan kondisi pekarangan. Bisa dibuat dengan ukuran panjang 3m, lebar 1m, dan tinggi 1m atau bias juga dibuat lebih luas lagi, misalnya dengan ukuran panjang 5m, lebar 2m, dan tinggi 1m. Kelebihan kolam terpal adalah biaya pembuatannya tidak semahal biaya pembuatan kolam tembok.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-286898337997156320?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/286898337997156320/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/kolam-ikan-air-tawar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/286898337997156320'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/286898337997156320'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/kolam-ikan-air-tawar.html' title='Kolam Ikan Air Tawar'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-2188009000790892677</id><published>2010-07-26T18:32:00.003+07:00</published><updated>2010-07-28T19:38:13.714+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Nila'/><title type='text'>Mengenal Ikan Nila Merah dan Peluang</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE10IWhaJvI/AAAAAAAAABA/KwRIDR1guzY/s1600/Nila+3.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 104px; height: 78px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE10IWhaJvI/AAAAAAAAABA/KwRIDR1guzY/s200/Nila+3.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498178406922725106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE10IJOpTxI/AAAAAAAAAA4/Ros17iEz6V8/s1600/Nila+2.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 126px; height: 78px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE10IJOpTxI/AAAAAAAAAA4/Ros17iEz6V8/s200/Nila+2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498178403354365714" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE10HvzkXvI/AAAAAAAAAAw/M87j46oYkjs/s1600/Nila+1.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 117px; height: 78px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE10HvzkXvI/AAAAAAAAAAw/M87j46oYkjs/s200/Nila+1.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498178396529909490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peluang Usaha Budi Daya Ikan Nila Merah&lt;br /&gt;Ikan nila merah adalah jenis ikan yang sudah terkenal di kalangan masyarakat. Bagi para petani memelihara ikan nila merah banyak dipilih karena mudah dalam membudidayakan dan mudah dalam pemasarannya. Selain itu minat pasar untuk ikan nila merah masih sangat lebar, mulai dari yang ukuran bibit sampai  konsumsi semua pasar tersebut masih memungkinkan. Karena termasuk ikan konsumsi, ikan nila merah  memiliki harga yang cukup terjangkau di pasar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Peluang Usaha Budi Daya Ikan nila merah dapat memungkinkan dalam berbagai bentuk usaha,diantaranya:&lt;br /&gt;- Usaha Pembenihan&lt;br /&gt;- Usaha Pembesaran&lt;br /&gt;- Usaha Pemasaran atau Distribusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan benih seiring dengan kebutuhan ikan nila merah konsumsi, semakin besar kebutuhan konsumsi maka kebutuhan akan bibit nila semakin meningkat dengan demikian peluang usaha terbuka dalam hal pembibitan ikan nila merah. Metode pembibitan juga relatif lebih mudah, karena Ikan nila merah dapat berkembang biak secara alami dengan sangat mudah. Hanya yang diperlukan adalah lahan yang cukup luas. Ikan nila merah akan berkembang dengan sangat cepat pada areal sawah yang dangkal dan cukup luas dengan suhu air yang cukup hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan nila merah memiliki kemampuan menyesuaikan diri yang baik dengan lingkungan sekitarnya. Sehingga ia bisa dipelihara di dataran rendah yang berair payau maupun dataran yang tinggi dengan suhu yang rendah. Ia mampu hidup pada suhu 14 - 38 derajat celcius. Dengan suhu terbaik adalah 25 - 30 derajat. Meski ia bisa hidup di kadar garam sampai 35% namun ia sudah tidak dapat tumbuh berkembang dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan nila merah dapat mencapai saat dewasa pada umur 4 - 5 bulan dan ia akan mencapai pertumbuhan maksimal untuk melahirkan sampai berumur 1,5 - 2 tahun. Dan dapat berlangsung selama 6 - 7 kali dalam setahun. Ikan nila merah jantan menjadi agresif saat musim ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikan nila merah termasuk dalam ikan pemakan segala atau Omnivora. Ikan ini dapat berkembang biak dengan aneka makanan baik hewani maupun nabati. Ikan nila merah saat ia masih benih, pakannya adalah plankton dan lumut sedangkan jika ia sudah dewasa ia mampu diberi makanan tambahan seperti pelet dan berbagai makanan lain yaitu daun talas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi pembaca yang membutuhkan bibit ikan nila merah silahkan hubungi:&lt;br /&gt;Andi Kurniawan &lt;br /&gt;telp: +6285643423181&lt;br /&gt;email: asterix_qh@yahoo.co.id&lt;br /&gt;Segala Jenis bibit Ikan Nila siap kirim ke seluruh Nusantara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-2188009000790892677?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/2188009000790892677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/mengenal-ikan-nila-merah-dan-peluang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2188009000790892677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/2188009000790892677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/mengenal-ikan-nila-merah-dan-peluang.html' title='Mengenal Ikan Nila Merah dan Peluang'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE10IWhaJvI/AAAAAAAAABA/KwRIDR1guzY/s72-c/Nila+3.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-381201159929439856</id><published>2010-07-26T16:01:00.002+07:00</published><updated>2010-07-28T19:37:46.136+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lele'/><title type='text'>Peluang Usaha Budi Daya Ikan Lele Sangat Menggiurkan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE111KEBvfI/AAAAAAAAABY/NtLIA_8-jpc/s1600/Lele+3.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 116px; height: 89px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE111KEBvfI/AAAAAAAAABY/NtLIA_8-jpc/s200/Lele+3.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498180276184006130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1101OENbI/AAAAAAAAABQ/2RwNrTd_13c/s1600/Lele+2.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 137px; height: 103px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1101OENbI/AAAAAAAAABQ/2RwNrTd_13c/s200/Lele+2.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498180270588966322" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE110YGoudI/AAAAAAAAABI/QcUnqsOEdaA/s1600/Lele+1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 123px; height: 92px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE110YGoudI/AAAAAAAAABI/QcUnqsOEdaA/s200/Lele+1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5498180262773176786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Peluang Usaha Budi Daya Ikan Lele&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peluang usaha budi daya ikan lele merupakan salah satu peluang usaha yang cukup  diperhitungkan saat ini. Apabila kita perhatikan banyak terdapat  penjual pecel lele yang memerlukan pasokan ikan lele setiap harinya, hal inilah yang membuat permintaan  ikan tersebut menjadi semakin tinggi di pasaran dan membuka potensi peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Ternak ikan lele relatif  lebih mudah apabila dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya seperti ikan mas atau mujair karena lebih tahan terhadap penyakit maupun kondisi lingkungan. Berikut ini adalah gambaran secara umum tentang cara budidaya ikan lele&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;*Pembenihan Lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah budidaya lele untuk menghasilkan benih sampai berukuran tertentu dengan cara mengawinkan induk jantan dan betina pada kolam-kolam khusus pemijahan. Pembenihan lele mempunyai prospek yang bagus dengan tingginya konsumsi lele serta banyaknya usaha pembesaran lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Sistem Budidaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat 3 sistem pembenihan yang dikenal, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sistem Massal. Dilakukan dengan menempatkan lele jantan dan betina dalam satu kolam dengan perbandingan tertentu. Pada sistem ini induk jantan secara leluasa mencari pasangannya untuk diajak kawin dalam sarang pemijahan, sehingga sangat tergantung pada keaktifan induk jantan mencari pasangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Sistem Pasangan. Dilakukan dengan menempatkan induk jantan dan betina pada satu kolam khusus. Keberhasilannya ditentukan oleh ketepatan menentukan pasangan yang cocok antara kedua induk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pembenihan Sistem Suntik (Hyphofisasi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilakukan dengan merangsang lele untuk memijah atau terjadi ovulasi dengan suntikan ekstrak kelenjar Hyphofise, yang terdapat di sebelah bawah otak besar. Untuk keperluan ini harus ada ikan sebagai donor kelenjar Hyphofise yang juga harus dari jenis lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;*Tahap Proses Budidaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pembuatan Kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua macam/tipe kolam, yaitu bak dan kubangan (kolam galian). Pemilihan tipe kolam tersebut sebaiknya disesuaikan dengan lahan yang tersedia. Secara teknis baik pada tipe bak maupun tipe galian, pembenihan lele harus mempunyai :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam tandon. Mendapatkan masukan air langsung dari luar/sumber air. Berfungsi untuk pengendapan lumpur, persediaan air, dan penumbuhan plankton. Kolam tandon ini merupakan sumber air untuk kolam yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam pemeliharaan induk. Induk jantan dan bertina selama masa pematangan telur dipelihara pada kolam tersendiri yang sekaligus sebagai tempat pematangan sel telur dan sel sperma.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam Pemijahan. Tempat perkawinan induk jantan dan betina. Pada kolam ini harus tersedia sarang pemijahan dari ijuk, batu bata, bambu dan lain-lain sebagai tempat hubungan induk jantan dan betina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kolam Pendederan. Berfungsi untuk membesarkan anakan yang telah menetas dan telah berumur 3-4 hari. Pemindahan dilakukan pada umur tersebut karena anakan mulai memerlukan pakan, yang sebelumnya masih menggunakan cadangan kuning telur induk dalam saluran pencernaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Pemilihan Induk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induk jantan mempunyai tanda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- tulang kepala berbentuk pipih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- warna lebih gelap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- gerakannya lebih lincah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- perut ramping tidak terlihat lebih besar daripada punggung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- alat kelaminnya berbentuk runcing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Induk betina bertanda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- tulang kepala berbentuk cembung&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- warna badan lebih cerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- gerakan lamban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- perut mengembang lebih besar daripada punggung alat kelamin berbentuk bulat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Persiapan Lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses pengolahan lahan (pada kolam tanah) meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pengeringan. Untuk membersihkan kolam dan mematikan berbagai bibit penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pengapuran. Dilakukan dengan kapur Dolomit atau Zeolit dosis 60 gr/m2 untuk mengembalikan keasaman tanah dan mematikan bibit penyakit yang tidak mati oleh pengeringan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Perlakuan TON (Tambak Organik Nusantara). untuk menetralkan berbagai racun dan gas berbahaya hasil pembusukan bahan organik sisa budidaya sebelumnya dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100m2. Penambahan pupuk kandang juga dapat dilakukan untuk menambah kesuburan lahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pemasukan Air. Dilakukan secara bertahap, mula-mula setinggi 30 cm dan dibiarkan selama 3-4 hari untuk menumbuhkan plankton sebagai pakan alami lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tipe kolam berupa bak, persiapan kolam yang dapat dilakukan adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pembersihan bak dari kotoran/sisa pembenihan sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Penjemuran bak agar kering dan bibit penyakit mati. Pemasukan air fapat langsung penuh dan segera diberi perlakuan TON dengan dosis sama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pemijahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemijahan adalah proses pertemuan induk jantan dan betina untuk mengeluarkan sel telur dan sel sperma. Tanda induk jantan siap kawin yaitu alat kelamin berwarna merah. Induk betina tandanya sel telur berwarna kuning (jika belum matang berwarna hijau). Sel telur yang telah dibuahi menempel pada sarang dan dalam waktu 24 jam akan menetas menjadi anakan lele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Pemindahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara pemindahan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kurangi air di sarang pemijahan sampai tinggi air 10-20 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- siapkan tempat penampungan dengan baskom atau ember yang diisi dengan air di sarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- samakan suhu pada kedua kolam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- pindahkan benih dari sarang ke wadah penampungan dengan cawan atau piring.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- pindahkan benih dari penampungan ke kolam pendederan dengan hati-hati pada malam hari, karena masih rentan terhadap tingginya suhu air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;F. Pendederan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah pembesaran hingga berukuran siap jual, yaitu 5 – 7 cm, 7 – 9 cm dan 9 – 12 cm dengan harga berbeda. Kolam pendederan permukaannya diberi pelindung berupa enceng gondok atau penutup dari plastik untuk menghindari naiknya suhu air yang menyebabkan lele mudah stress. Pemberian pakan mulai dilakukan sejak anakan lele dipindahkan ke kolam pendederan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Manajemen Pakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pakan anakan lele berupa :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- pakan alami berupa plankton, jentik-jentik, kutu air dan cacing kecil (paling baik) dikonsumsi pada umur di bawah 3 – 4 hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Pakan buatan untuk umur diatas 3 – 4 hari. Kandungan nutrisi harus tinggi, terutama kadar proteinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Untuk menambah nutrisi pakan, setiap pemberian pakan buatan dicampur dengan POC NASA dengan dosis 1 – 2 cc/kg pakan (dicampur air secukupnya), untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh karena mengandung berbagai unsur mineral penting, protein dan vitamin dalam jumlah yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Manajemen Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kualitas air dapat dinilai secara fisik :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- air harus bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- berwarna hijau cerah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- kecerahan/transparansi sedang (30 – 40 cm).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ukuran kualitas air secara kimia :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- bebas senyawa beracun seperti amoniak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- mempunyai suhu optimal (22 – 26 0C).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga kualitas air agar selalu dalam keadaan yang optimal, pemberian pupuk TON sangat diperlukan. TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, lemak, protein, karbohidrat dan asam humat mampu menumbuhkan dan menyuburkan pakan alami yang berupa plankton dan jenis cacing-cacingan, menetralkan senyawa beracun dan menciptakan ekosistem kolam yang seimbang. Perlakuan TON dilakukan pada saat oleh lahan dengan cara dilarutkan dan di siramkan pada permukaan tanah kolam serta pada waktu pemasukan air baru atau sekurang-kurangnya setiap 10 hari sekali. Dosis pemakaian TON adalah 25 g/100m2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Manajemen Kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;budidaya ikan lelePada dasarnya, anakan lele yang dipelihara tidak akan sakit jika mempunyai ketahanan tubuh yang tinggi. Anakan lele menjadi sakit lebih banyak disebabkan oleh kondisi lingkungan (air) yang jelek. Kondisi air yang jelek sangat mendorong tumbuhnya berbagai bibit penyakit baik yang berupa protozoa, jamur, bakteri dan lain-lain. Maka dalam menejemen kesehatan pembenihan lele, yang lebih penting dilakukan adalah penjagaan kondisi air dan pemberian nutrisi yang tinggi. Dalam kedua hal itulah, peranan TON dan POC NASA sangat besar. Namun apabila anakan lele terlanjur terserang penyakit, dianjurkan untuk melakukan pengobatan yang sesuai. Penyakit-penyakit yang disebabkan oleh infeksi protozoa, bakteri dan jamur dapat diobati dengan formalin, larutan PK (Kalium Permanganat) atau garam dapur. Penggunaan obat tersebut haruslah hati-hati dan dosis yang digunakan juga harus sesuai.&lt;br /&gt;Analisa Usaha budidaya lele dengan uk. Kolam 4x6&lt;br /&gt;1.    Bibit ikan ukuran 4-6 dengan harga  Rp. 120,-/ ekor&lt;br /&gt;2.    Tebar bibit lele ukuran 4-6 sebanyak 10.000 x Rp. 120,- = Rp. 1.200.000,-&lt;br /&gt;3.    Pakan  Hiprofite- 3 sebanyak 7 Sak harga tiap sak Rp.198.000,- = 7 x Rp. 198.000,-   = Rp.1.386.000,-&lt;br /&gt;4.    Pakan tambahan bekatul harga 1 kg Rp. 1500,-  x 210 kg = Rp. 315.000,-&lt;br /&gt;5.    Ikan rucah harga /kg 1000 x 210 kg = Rp 210.000,-&lt;br /&gt;6.    Pribiotik boster / daun ketapang  harga Rp. 35.000,- x 1 kaleng = Rp. 35.000,-&lt;br /&gt;7.    Sewa Lahan Rp. 500.000,-&lt;br /&gt;8.    Tenaga kerja 1 x Rp. 15.000,- x 50 hari = Rp. 750.000,-&lt;br /&gt;9.    Biaya lain-lain = Rp 104.000,-&lt;br /&gt;      Total biaya Operasional = Rp. 4.500.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profit Bruto&lt;br /&gt;SR 80% x 10.000 = 8.000 ek&lt;br /&gt;1 kg : 12 ek.&lt;br /&gt;8.000/12 = 667 kg&lt;br /&gt;667 x Rp 10.000,- = Rp 6.670.000,-&lt;br /&gt;Profit Netto : Profit Bruto-Biaya Operasional : 6.670.000 - 4.500.000 = Rp.2.170.000,-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melayani Pemesanan Bibit dan Lele Konsumsi berapapun jumlahnya dengan harga yang sangat miring. jika berminat hubungi:&lt;br /&gt;Andi Kurniawan&lt;br /&gt;telp: +6285643423181&lt;br /&gt;email: asterix_qh@yahoo.co.id&lt;br /&gt;Lokasi: Sleman Yogyakarta&lt;br /&gt;Siap Kirim ke seluruh Nusantara&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-381201159929439856?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/381201159929439856/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/bisnis-perikanan-yang-menggiurkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/381201159929439856'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/381201159929439856'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/bisnis-perikanan-yang-menggiurkan.html' title='Peluang Usaha Budi Daya Ikan Lele Sangat Menggiurkan'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE111KEBvfI/AAAAAAAAABY/NtLIA_8-jpc/s72-c/Lele+3.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-6471063299681990542</id><published>2010-06-10T10:32:00.006+07:00</published><updated>2010-08-03T21:25:46.250+07:00</updated><title type='text'>Situs Map</title><content type='html'>&lt;script style="" src="http://www.abu-farhan.com/script/daftarisiblogger/blogtoc-min.js"&gt;&lt;/script&gt;&lt;br /&gt;&lt;script src="http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/posts/default?max-results=9999&amp;amp;alt=json-in-script&amp;amp;callback=loadtoc"&gt;&lt;/script&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-6471063299681990542?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/6471063299681990542/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/06/situs-map.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/6471063299681990542'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/6471063299681990542'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/06/situs-map.html' title='Situs Map'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-922532493633900982</id><published>2010-06-10T10:14:00.000+07:00</published><updated>2010-07-31T10:16:53.343+07:00</updated><title type='text'>Hubungi Kami</title><content type='html'>Nama: Andi Kurniawan&lt;br /&gt;Alamat: Perum Tirta Buana Blok G 14 Jl.Wonosari Km 9 Sleman Yogyakarta&lt;br /&gt;No Telp: +6285643423181 &lt;br /&gt;         +6281226914313&lt;br /&gt;Email/YM: asterix_qh@yahoo.co.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-922532493633900982?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/922532493633900982/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/06/hubungi-kami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/922532493633900982'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/922532493633900982'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/06/hubungi-kami.html' title='Hubungi Kami'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1954834050902688861.post-3912845283406534824</id><published>2010-06-10T09:56:00.001+07:00</published><updated>2010-08-02T13:15:50.278+07:00</updated><title type='text'>Tentang Kami</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFZhmSinWwI/AAAAAAAAAEQ/REpK_xLbEqE/s1600/IMG_0046.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFZhmSinWwI/AAAAAAAAAEQ/REpK_xLbEqE/s400/IMG_0046.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5500691305319586562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami sebatas anak muda yang mengembangkan kreatifitas kami dalam usaha-usaha yang kami geluti, saat ini bidang usaha yang kami lakukan meliputi bidang pertanian, perikanan dan peternakan. kami tidak akan pernah berhenti untuk belajar untuk membantu masyarakat dalam mengembangkan kreatifitasnya. Kami menyediakan apa yang anda inginkan terutama bibit ikan lele, ikan nila dll. kami saat ini menyediakan pakan ikan, bibit ikan lele dan nila termasuk konsumsi, kami juga menyediakan ke berbagai seluruh penjuru tanah air. motto kami selalu terus belajar untuk melayani anda&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1954834050902688861-3912845283406534824?l=kurniawanmandiri.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/feeds/3912845283406534824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/andi-kurniawan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/3912845283406534824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1954834050902688861/posts/default/3912845283406534824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kurniawanmandiri.blogspot.com/2010/07/andi-kurniawan.html' title='Tentang Kami'/><author><name>Andi Kurniawan,</name><uri>http://www.blogger.com/profile/16204255247872415968</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://3.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TE1Pgj71tJI/AAAAAAAAAAM/OyumYcZI8w4/S220/DSC03089.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_g3qx3Ojmn7Y/TFZhmSinWwI/AAAAAAAAAEQ/REpK_xLbEqE/s72-c/IMG_0046.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
